LLMB Siak Hadang Truk Nakal: Seruan Tegas untuk Pemasangan Portal Demi Keselamatan Warga

LLMB Siak Hadang Truk Nakal: Seruan Tegas untuk Pemasangan Portal Demi Keselamatan Warga
https://youtu.be/TtL-oVpmTyo?si=fwjSyg2uYKsFKjcL

Tualang, KILASRIAU.com –Meningkatnya keresahan masyarakat Perawang akibat maraknya truk bermuatan besar yang melintas di jalur kota akhirnya memicu aksi nyata dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) di Jalan M Yamin, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin malam (28/4/2025).

Merespons keluhan warga, LLMB mengambil langkah tegas dengan turun langsung ke lapangan untuk menghentikan dan memutarbalikkan kendaraan berat yang mencoba menerobos jalur perkotaan yang seharusnya steril dari kendaraan besar.

Aksi ini bukan tanpa alasan. Jalan-jalan di Kota Perawang, yang sebagian besar didesain untuk kendaraan ringan dan aktivitas masyarakat lokal, kini rentan mengalami kerusakan parah akibat beban berlebih dari truk-truk nakal. Tidak hanya itu, keberadaan truk bermuatan besar di jalur kota juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan mengganggu kenyamanan warga.

Dalam pernyataannya di sela-sela aksi, Panglima Tengah LLMB Kabupaten Siak, Evan Putra, menegaskan pentingnya ketegasan pemerintah setempat untuk segera mengambil langkah nyata.

"Kami dari Lembaga Laskar Melayu Bersatu tidak akan tinggal diam melihat pelanggaran yang meresahkan warga. Kami minta Dinas Perhubungan segera bertindak dengan memasang portal di seluruh pintu masuk kota untuk menghentikan truk bermuatan besar yang membahayakan keselamatan masyarakat," tegas Panglima.

Menurutnya, kehadiran portal di setiap akses masuk kota akan menjadi langkah preventif yang efektif. Portal tidak hanya akan menyaring kendaraan sesuai kapasitas jalan, tetapi juga memberikan batasan fisik yang jelas dan tidak bisa dinegosiasikan oleh pelanggar aturan.

Dukungan terhadap langkah LLMB juga datang dari warga. Agus, seorang pengguna jalan yang kerap beraktivitas di wilayah tersebut, menyampaikan apresiasinya.

"Dengan adanya portal, truk-truk nakal ini tidak akan bisa lagi masuk ke jalur kota ataupun ke perkampungan. Hanya itu solusinya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Masyarakat berharap aksi LLMB ini menjadi sinyal kuat bagi pihak berwenang untuk segera bertindak. Tanpa langkah konkret seperti pemasangan portal, kekhawatiran akan kerusakan jalan, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas akan terus menghantui warga Perawang.

LLMB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga tuntas. Bagi mereka, menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan juga bagian dari tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat.