KILASRIAU.com - Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya mengeluarkan perkataan yang tidak pantas kepada Erwin Sitompul SPd dengan menyebutkan bahwa aktivis pendidikan Riau ini sebagai provokator.
Padahal Erwin Sitompul SPd hanya memperjuangkan curhat guru bantu jenjang Dikdas yang sudah 3 bulan belakangan ini belum menerima gaji.
Perkataan provokator atau memprovokasi itu disampaikan Plt Kadisdik Riau Erisman Yahya tersebut melalui telpon selulernya pada tanggal 1 April 2025 malam.
Tak cuma itu, Kadisdik Riau juga menyebutkan kalau dirinya juga merupakan wartawan selama 10 tahun di Riau Pos. Hal ini tentu saja tidak ada kaitannya dengan persoalan gaji guru bantu yang belum dibayar selama 3 bulan lamanya.
"Saya heran, kok saya disebut Plt Kadisdik Riau Erisman Yahya sebagai provokator atau melakukan provokasi terhadap guru bantu di Riau. Padahal niat saya murni ingin memperjuangkan hak guru honor yang belum diberikan. Saya ikhlas tanpa pamrih memperjuangkan ini Seharusnya seorang Kadisdik ikut membantu memperjuangkan nasib tenaga pendidik ini, bukan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas seperti ini," kata Erwin Sitompul SPd kepada awak media.