Tualang, KILASRIAU.com – Warga Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kembali menyuarakan kekhawatiran terhadap lalu lintas truk bertonase besar yang melintasi jalan dalam kota, khususnya di kawasan Perawang. Mereka menilai lalu lintas kendaraan industri masih belum tertib, dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kekhawatiran ini mencuat pasca kejadian pada Senin (17/3/2025) lalu, saat sebuah roda truk kontainer terlepas di Jalan Raya Jalur Dua dan menghantam ruko milik warga. Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut merusak fasilitas dan memunculkan trauma di tengah masyarakat.
Hingga Senin (14/4/2025), warga menyampaikan bahwa truk-truk industri masih melintas di jam-jam sibuk, termasuk pagi, sore dan malam hari. Aktivitas tersebut dianggap melanggar ketentuan dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
“Truk-truk besar masih banyak lewat pagi, sore dan malam. Kami khawatir kalau dibiarkan, bisa terjadi hal yang lebih buruk,” ucap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2021, yang melarang kendaraan bertonase besar melintasi kawasan padat penduduk tanpa izin khusus. Mereka meminta adanya tindakan nyata, seperti pemasangan portal pembatas, penambahan rambu larangan, serta razia rutin untuk menertibkan kendaraan yang melanggar.

Camat Tualang, Mursal, S.Sos., mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk merespons keluhan masyarakat.
“Kami akan komunikasikan lagi dengan dinas perhubungan dan kepolisian. Karena kemarin sudah dilakukan juga razia,” ujarnya kepada Kilasriau.com.
Sementara itu, Kapolsek Tualang, Kompol Hendrix, S.H., M.H., melalui Panit Lalu Lintas Polsek Tualang, IPDA Surya, menyampaikan bahwa jajaran Polsek telah melakukan patroli dan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan.
“Kami sudah rutin melakukan patroli dan menindak kendaraan yang tidak sesuai aturan, termasuk memerintahkan mereka putar balik. Namun memang masih ada sopir yang mencoba melintas diam-diam saat petugas tidak berjaga,” jelasnya.
Menurutnya, pengawasan akan terus ditingkatkan, sesuai arahan pimpinan. “Kami tetap berkomitmen melakukan penertiban, demi keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap pemerintah dan aparat dapat mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya insiden serta menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di kawasan Perawang.
Kilasriau.com akan terus memantau perkembangan penanganan persoalan ini dan mengawal respons dari instansi terkait.