KILASRIAU.com – Ribuan pasang mata memadati area Festival Pengantin Sahur di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir. Festival yang berlangsung setiap bulan Ramadhan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang telah diwariskan sejak tahun 1967.
Festival Pengantin Sahur adalah tradisi unik masyarakat setempat untuk membangunkan warga sahur dengan mengarak beberapa pasang pengantin mengelilingi desa. Dulu, festival ini diikuti oleh pasangan yang didandani secara khusus, namun kini pesertanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah, sesuai dengan norma agama dan nilai-nilai budaya.
Dalam festival tahun ini, enam pasang pengantin turut berlomba dengan berbagai kriteria penilaian, seperti kecantikan dan keserasian pasangan serta kreativitas dekorasi singgasana tempat mereka diarak. Setiap pasangan mewakili RT, RW, dan dusun di Desa Pulau Palas, mencerminkan semangat gotong royong masyarakat dalam melestarikan tradisi.
Ketua panitia festival menegaskan bahwa perubahan konsep ini bertujuan untuk menyesuaikan budaya dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional.
“Kita ingin inovasi yang tetap selaras dengan adat dan agama, sekaligus menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Mereka berbondong-bondong menyaksikan festival hingga dini hari. Cahaya lampu warna-warni yang menghiasi arak-arakan semakin menambah kemeriahan suasana.