KILASRIAU.com, Jakarta - Tiga tahun era kepemimpinan Darmawan Prasodjo di PT PLN (Persero), berbagai cerita negatif turut mengiringi. Apalagi di akhir tahun 2024 lalu, Surat Keputusan (SK) Direktur Utama untuk Darmawan Prasodjo yang akrab disapa Darmo, resmi diperpanjang lewat rapat umum pemegang saham (RUPS).
Atas perpanjangan itu, kuku Darmo di perusahaan BUMN yang mengurusi kelistrikan dalam negeri itu pun semakin tajam. Bahkan dengan kewenangannya, mantan Deputi I KSP era Presiden Jokowi itu seolah bisa berbuat sesuka hatinya.
Salah satunya ia bisa sesukanya mengutak Atik untuk menetapkan pejabat di lingkungan PLN dan merekrut orang-orang baru di PLN. Aroma nepotisme berkedok professional hire (Pro Hire) pun menyengat dalam menempatkan kolega dan kroninya di tempat 'basah'.
Tak heran, sejumlah nama yang sebelumnya tidak pernah terdengar berkarir di PLN, tiba-tiba saja masuk dan bisa menduduki jabatan mentereng, termasuk mengisi posisi struktural yang biasa ditentukan oleh peringkat dan jenjang karir.
Selain Pratama Adieputra Suseno, nama lain yang kini jadi pergunjingan adalah sosok Chipta Perdana, yang kini menjabat sebagai Direktur Electricity Related Business di PLN Icon Plus.