Gunakan Metode SROI dan IKM, PLN UIP MPA Lakukan Penilaian Dampak Program TJSL Guna Evaluasi yang Terukur

Gunakan Metode SROI dan IKM, PLN UIP MPA Lakukan Penilaian Dampak Program TJSL Guna Evaluasi yang Terukur

KILASRIAU.com, Jayapura – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku dan Papua melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Kali ini, PLN UIP MPA melakukan penilaian melalui metode _Social Return on Investment_ (SROI) dan mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada 10 program unggulan yang tersebar di Jayapura, Sorong, Pulau Seram (Maluku) dan Pulau Halmahera (Maluku Utara).

Penilaian SROI adalah alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur sejauh mana program TJSL yang dilaksanakan memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat. Melalui metode ini, PLN UIP MPA ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomis, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Program-program yang dinilai mencakup tiga pilar utama yakni pendidikan, lingkungan, dan UMK. Dalam sektor pendidikan, PLN UIP MPA telah melaksanakan berbagai pelatihan keterampilan dan sertifikasi untuk masyarakat, khususnya generasi muda yang siap berkontribusi dalam pasar tenaga kerja. Program lingkungan berfokus pada penyediaan sarana instalasi air bersih, sementara dalam bidang UMK, PLN UIP MPA telah mendukung pemberdayaan usaha lokal melalui pelatihan kewirausahaan dan pembukaan peluang bisnis baru bagi masyarakat.

Salah satu contoh nyata dari dampak positif yang dirasakan masyarakat adalah program penyediaan air bersih di Desa Aketobatu. M. Ali Soleman, seorang penerima manfaat dari program tersebut, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas adanya fasilitas air bersih yang disediakan oleh PLN.