Kilasriau.com - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), yang lebih dikenal sebagai AirNav Indonesia, dan Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna telah mencapai kesepakatan terkait penggunaan Barang Milik Negara (BMN) TNI AU. Kesepakatan ini dituangkan dalam berita acara peninjauan lapangan dan penetapan lokasi penggunaan BMN yang akan dioperasionalkan oleh Kantor Cabang Pembantu (KCP) AirNav Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (5/9/2024).
Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara TNI AU dan Perum LPPNPI pada 22 Februari 2024. Selain itu, penetapan ini juga mengacu pada hasil pengukuran dan inventarisasi BMN pada 20 Agustus 2024. Proses peninjauan lapangan dilakukan oleh tim gabungan dari Kemhan, TNI AU, dan Perum LPPNPI dengan tujuan untuk memastikan lokasi yang tepat untuk operasional AirNav di Natuna.
Penandatanganan berita acara dilaksanakan di Ruang Rapat Mako Lanud RSA, Natuna, oleh Komandan Lanud RSA, Kolonel Pnb Dedy Iskandar, S.Sos., M.M.S., M.Han., dan General Manager Perum LPPNPI Cabang Tanjungpinang, Agung Dwi Hanggoro. Penandatanganan ini disaksikan juga Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Azizatun Azhimah, Kepala KCP AirNav Natuna, Amir Adiputra, beserta tim AirNav turut menyaksikan acara tersebut.
Sementara dari Pihak TNI AU dan Kemhan diwakili oleh Paban V/Faskon Slogau Kolonel Sus Abian Mazhar, Aslog Kas Koopsud I Kolonel Tek Chandra Komar, dan sejumlah perwira lainnya. Dari Lanud RSA, hadir Kadisops Mayor Nav Nanang Afandik, Kadislog Letkol Kal Fatkur Arifin, serta beberapa pejabat lainnya yang terlibat dalam proses ini.
Dalam sambutannya, Komandan Lanud RSA, Kolonel Pnb Dedy Iskandar, menyampaikan pentingnya kerjasama ini dalam mendukung kelancaran operasional navigasi penerbangan di Natuna. "Langkah yang kita ambil hari ini akan memperkuat sinergi antara TNI AU dan Perum LPPNPI. Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam kelancaran proses ini," ujarnya.