KILASRIAU.com - Bertempatkan di Rumah Toleransi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Riau Jl Ahmad Dahlan No 98 Sukajadi-Pekanbaru, Ansor Riau taja kegiatan Halaqoh Kebudayaan pada Senin petang (01/04/2024).
Selain dihadiri oleh seratusan kader Ansor Riau yang ada di Pekanbaru, beserta Pimpinan Cabang (PC) Ansor Kabupaten/Kota, Kyai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, badan-badan otonom (Banom) NU lainnya seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Fatayat, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dan sejumlah kepala madrasah negeri di Pekanbaru dan kampar. Secara virtual melalui zoom meeting pula, kegiatan juga diikuti lebih 200an peserta dari kader Ansor Riau dan penyuluh agama islam dalam lingkungan kantor wilayah (kanwil) Kemenag Riau.
Mengusung tema "Kearifan Melayu & Khazanah Nahdlatul Ulama: Sebuah Titik Temu", halaqoh kebudayaan menghadirkan Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Imam Hanafi, MA Akademisi dari Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) UIN Suska Riau, dan Masdarudin, MAg Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Bengkalis. Dr. Abdul Malik dari pengurus PW Ansor Riau didapuk memandu kegiatan tersebut, bersama dengan Khoirul Huda, SSos, MA Ketua PC Ansor Indragiri Hilir sebagai moderatornya. 
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Riau H. Purwaji dalam sambutannya, yang disampaikan Muhtarom selaku Wakil Ketua, uraikan bahwa kegiatan ini selain menjadi momen konsolidasi keluarga besar Ansor Riau, juga upaya menegaskan kebudayaan melayu sebagai bagian dari identitas nasional dan titik temunya dengan khazanah nahdlatul ulama.
"Sesudah maghrib nanti, sambil menikmati santap berbuka bersama, lampu colok di depan komplek rumah toleransi Ansor Riau ini dinyalakan sebagai wujud penjagaan tradisi melayu. Puncaknya nanti di malam tujuh likur atau malam 27 ramadhan. Eksistensi Ansor adalah untuk menjaga Ulama, NU dan NKRI", cakapnya.