KILASRIAU.com, Taluk kuantan - Banyak ulama tanah air yang menimbah ilmu di Tanah Suci. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi GURU di Tanah Suci tersebut.
Sebut saja dari Sumatra Barat ada Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syekh Sulaiman ar-Rasuli, Syekh Jamil Jaho, Syekh Abdul Karim Amarullah dan anaknya: Buya Haji Abdul Malik Karim Amarullah yang lebih dengan7 kenal dengan sapaan Buya HAMKA.
Dari Kalimatan Selatan ada Syekh Ali Junaidi Berau dan Syekh Awang Kenali Berau. Syekh Ahmad Dimyati dari Banten, Syekh Abdullah Zawawi dari Sumatra Selatan, Syekh Abdul Qodir Mandailing dari Sumatra Utara, Syekh Umar as-Sumbawi dari Nusa Tenggara Barat dan Syekh Hasyim Asy’ari dari Jawa Timur, dan lainnya.
Dari Riau tepatnya dari Kabupaten Kuantan Singingi ada nama Syekh H. MUHAMMAD HADI gelar Engku Angin. Ulama besar Tanah Air yang kharismarik itu lahir di Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Singingi, Riau tahun 1852.
Ketika berangkat ke Tanah Suci – Mekkah, Syekh Hadi atau Datuk Hadi sapaan akrabnya dalam keluarga besarnya membawa istri SITI MARIAM dari Malaysia. Di Tanah Suci itulah Syekh Hadi memperdalam ilmu agama kepada ulama terkenal di Mesjidil Haram (Mekkah) dan Mesjidil Nabawi di Madinah kurun waktu 1925 s.d. 1939.