KILASRIAU.COM - Berbicara tentang narkoba tidak akan ada habisnya, Narkoba merupakan sejenis obat-obatan yang memberikan efek menyenangkan bagi penggunanya dan menjadi alternative sebagai sebuah pelarian.
Presiden RI mengatakan bahwa negara Indonesia darurat narkoba, jumlah pecandu kian hari makin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) sekitar ± 5 juta yang menggunakan narkoba. Adapun jenis-jenis narkoba yang biasanya dikonsumsi oleh pecandu di indonesia adalah shabu, ekstasi, ganja, kokain, dan lain-lain.
Salah satu dampak yang biasanya ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba yaitu daya kerusakan pada otak.
Permasalahan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi negara kita, hal ini dikarenakan banyakanya pengedar narkoba sehingga Masyarakat dengan mudah memperoleh narkoba. Salah satu jenis narkoba yang paling mudah ditemukan di masyarakat yaitu narkoba bentuk pil atau yang biasa disebut ekstasi. Narkoba tidak hanya disalahgunakan oleh kalangan tertentu tetapi hampir semua lapisan masyarakat, mulai dari buruh serabutan sampai kekalangan pejabat.
Bahkan, dikalangan remaja atau pemuda sekalipun sudah banyak yang terjerumus kelembah hitam narkoba. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap pergaulan anaknya. Seperti yang kita ketahui, remaja atau pemuda dapat dengan mudah terhasut oleh hal-hal buruk apabila diimingi oleh hal yang menyenangkan dikarenakan pemikiran mereka yang masih labil serta tingginya tingkat rasa ingin tahu.
Dengan adanya permasalahan tersebut, Mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau, melakukan Sosialisasi berupa Nonton Bareng tentang BAHAYA NARKOBA yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2023 di Desa Binamang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Dalam kegiatan ini, adapun Mahasiswa/i Kukerta Unri 2023 yang terlibat, yaitu: Adinda Herliani Putri (FPK - Teknologi Hasil Perikanan), Astrid Eleora Gultom (FKIP - Pendidikan Ekonomi), Chairunnisa (FKIP - Pendidikan Masyarakat), Dede Safira (FKIP - Pendidikan Fisika), Febrina Chyntia Sihombing (FISIP – Sosiologi), Hesti Diah Pratiwi (FKIP - Pendidikan Ekonomi), Siska Veronica (FKIP - Pendidikan Ekonomi), Surya Dirga Yova (FPK - Teknologi Hasil Perikanan), Yosafat Devon Naibaho (FISIP - Ilmu Pemerintahan).