Data Dukcapil Sangat Mendukung Tugas Bappebti Dalam Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi

Data Dukcapil Sangat Mendukung Tugas Bappebti Dalam Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi
Dirjen Dukcapil, Zudan Fakhrullah saat penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan Bappebti di auditorium Bappebti, Jakarta, Kamis (22/12). (Foto: Dukcapil)

Kilasriau.com, - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sangat mendukung dan membantu tugas Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan untuk melakukan verifikasi terhadap nasabah perdagangan berjangka komoditi (PBK), sistem resi gudang (SRG), dan pasar lelang komoditas (PLK).

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, penandatanganan PKS dengan Bappebti Kemendag ini merupakan yang ke-5.369. Perjanjian Kerja Sama dengan lembaga pengguna data kependudukan Dukcapil sudah dimulai sebelum saya menjadi Dirjen Dukcapil sejak 1 Juli 2015. Waktu itu, 7,5 tahun lalu baru 40 lembaga yang bekerja sama. Data kependudukan kami kurang laku waktu itu, sulit mencari lembaga yang percaya dengan data Dukcapil," ungkap Dirjen Zudan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan Bappebti di auditorium Bappebti, Jakarta, Kamis (22/12).

Dukcapil, kata Dirjen Zudan, terus bertumbuh. "Sambil berlayar sembari terus memperbaiki kapalnya. Jadi datanya belum sebaik sekarang," kata Zudan.

Dengan semakin banyak digunakan, data Dukcapil malah semakin baik lagi tambah akurat dan bersih. Dengan demikian data Dukcapil terus diperbaiki. Penduduk yang meninggal bisa diketahui dan dikeluarkan dari database, warga yang pindah rumah pun bisa diketahui.

Zudan berharap dengan metode e-KYC (electronic know your customer) Dukcapil bisa membantu Bappebti membangun transparansi di bidang perdagangan berjangka komoditi, SRG dan PLK.