KILASRIAU.COM, Jakarta, – CDP, organisasi nirlaba yang menjalankan sistem pengungkapan lingkungan global baru saja meluncurkan laporan terbarunya pada hari ini (24/11/2022), dengan judul “Akselerasi Aksi dan Kontribusi Sektor Swasta dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.
Laporan ini menganalisa data tata kelola lingkungan dari 76 perusahaan di Indonesia dan melihat seberapa jauh kontribusinya terhadap Rencana Aksi Nasional Indonesia (RAN) dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs. Analisa yang dilakukan berfokus pada ‘Penanganan Perubahan Iklim’ (Tujuan 13) dan ‘Ekosistem Daratan’ (Tujuan 15).
Laporan ini diharapkan bisa memberikan gambaran kepada pembuat kebijakan akan aksi korporasi yang telah dilakukan sektor swasta sejauh ini di Indonesia dalam upaya mewujudkan TPB. Selain itu, laporan ini juga memberikan sejumlah rekomendasi yang bisa membantu pemerintah Indonesia dalam mempercepat pencapaian target perusahaan terkait TPB dan target tata kelola lingkungan lainnya. Pentingnya aksi korporasi dalam hal tata kelola lingkungan ini juga disorot selama KTT G20 di Nusa Dua, Bali beberapa hari lalu. Hal ini bisa dilihat dari peluncuran Global Blended Finance (GBF) Alliance atau Aliansi Keuangan Campuran Global, yang bertujuan untuk memberikan solusi pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan yang berkomitmen dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan atau TPB.
Dalam analisanya, CDP berupaya melihat keselarasan antara data tata kelola lingkungan perusahaan di Indonesia yang terkumpul menggunakan kuesioner perubahaan iklim dan hutan, dengan indikator TPB secara global. Hasilnya menunjukan bahwa 36 dari 77 (47%) indikator lingkungan RAN di Indonesia mendukung pembangunan berkelanjutan. CDP mendorong pembuat kebijakan untuk dapat memaksimalkan laporan guna menelusuri aksi korporasi perusahaan terhadap RAN di Indonesia.
“Kami menyambut baik peningkatan jumlah pelaporan lingkungan perusahaan di Indonesia, mengingat transparansi pelaporan lingkungan memainkan peran penting untuk mencapai net-zero emission, termasuk perlindungan atas air dan hutan. Peluncuran laporan terbaru CDP kali ini diharapkan bisa membantu banyak pihak, baik dari pembuat kebijakan dalam perusahaan maupun investor, agar tetap berada di jalur yang tepat dalam upaya pencapaian nol emisi. Kami juga berharap CDP kedepannya dapat bekerja sama dengan regulator, lembaga keuangan, dan korporasi di Indonesia untuk bersama memulai langkah menuju pengelolaan lingkungan menggunakan sistem pelaporan yang dilakukan CDP,” tutur John Leung, Director of Southeast Asia and Oceania, CDP.