Pengabdian KUKERTA UNRI di Desa Hangtuah

Pengabdian KUKERTA UNRI di Desa Hangtuah

KILASRIAU.com  - Desa Hangtuah dikenal dengan julukannya yaitu “kampung lele”. Julukan ini dikarenakan sebagian masyarakat setempat memiliki tambang ikan lele mulai dari bibit hingga indukan.

Dalam keberlangsungan program kerja ini, mahasiswa KUKERTA di Desa Hangtuah turut serta dalam mengembangkan potensi UMKM bersama Kelompok PKK Desa Hangtuah yaitu pengelolaan lele menjadi produk nugget, abon lele dan kerupuk. Makanan olahan ini merupakan pemanfaatan dari lele yang sudah tidak produktif lagi dengan tujuan agar dapat memanfaatkan ikan lele agar lebih memiliki nilai guna, serta dapat menghasilkan bagi masyarakat Desa Hangtuah.

Dengan begitu, semua lele yang ada dapat dimanfaatkan tanpa terkecuali dan tidak ada yang terbuang dengan sia-sia. Selain itu juga diharapkan dengan pengolahan ini dapat memperoleh banyak keuntungan.

Mahasiswa KUKERTA juga turut membantu promosi dan juga pemasaran produk untuk menampik stigma masyarakat bahwa lele yang ada di Desa Hangtuah merupakan lele septitenk, padahal lele disini adalah lele organik. Hal ini akan memiliki pengaruh yang baik dalam keberhasilan penjualan, dan akan berpengaruh besar dalam tingkatan perekonomian dan UMKM.

Misalnya seperti dalam usaha ini akan terciptanya peluang baru bagi warga untuk bergerak dibidang ini dan dapat menambah penghasilan sampingan di sekitar daerah desa ini. Selain itu, inovasi tersebut jika berhasil akan menjadi contoh dan daya tarik tersendiri bagi peminatan dikalangan Desa Hangtuah.