KILASRIAU.com - Bertempat di kafe Kopi dari Hati, jalan Soebrantas Tembilahan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir H. Ikbal Sayuti menggelar Coffee Night bersama-sama kawan pers yang ada di Kabupaten Inhil, Jum'at (5/8/22) malam.
Dikesempatan tersebut H Ikbal Sayuti mengatakan acara pada malam ini ialah menjalin silaturahmi sekaligus mengajak kawan-kawan pers untuk bertukar pikiran dan berdiskusi bagaimana Inhil kedepannya.
"Malam ini kita ngobrol-Ngobrol santai tanpa ada embel-embel lain karena acara kita ialah saling bertukar pikiran dengan tujuan agar Inhil ini lebih baik kedepannya," kata H Ikbal Sayuti, di hadapan Ketua Organisasi pers dan wartawan di Kabupaten Inhil.
Lebih lanjut H Ikbal Sayuti di Inhil sangat menarik karena persoalan klasik. Kenapa demikian, karena banyak persoalan-persoalan saat ini masih ada yang belum terpecahkan baik itu persoalan infrastruktur, harga komuniti kelapa yang turun dan masih ada yang.
"Untuk itu, kita berdiskusi malam ini dapat memberikan sosialisasi bagaimana persoalan yang ada saat ini bisa terpecahkan dan siapapun pemimpin kedepannya bisa mengimplementasikan agar masyarakat benar-benar sejahtera," ujarnya.
H Ikbal Sayuti, pengusaha nasional asal Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan sebagai daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia, seharusnya potensi kelapa ini mampu mensejahterakan masyarakat.
"Saya menawarkan solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kelapa melalui pembangunan industri kelapa di desa-desa," ungkap
Disebutkan, tiap desa di Kabupaten Indragiri Hilir memungkinkan untuk berdiri industri kelapa yang tentu saja dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), didukung potensi kelapa yang besar di daerah tersebut.
"Selama ini hasil kelapa kita sebagian besar dijual dalam bentuk mentah, bukan barang sudah jadi. Padahal, produk turunan kelapa ini banyak dibutuhkan oleh pangsa luar negeri," imbuhnya.
Ikbal memaparkan, stake holder terkait dalam melakukan lobi-lobi kepada para pengusaha, dalam negeri maupun luar negeri untuk mencari peluang pemasaran produk kelapa tersebut.
"Contohnya briket arang batok kelapa itu sangat dibutuhkan oleh pangsa pasar di luar negeri, khususnya Timur Tengah padahal itu berasal dari Indonesia. Kenapa kita tidak mencari peluang untuk menjual komoditas perkebunan ini," ujar pemilik agen PT Nursa Tours & Travel, agen travel Umroh dan Haji.
Untuk itu, bagi mengangkat kesejahteraan petani kelapa di daerah, maka mereka tidak dibiarkan hanya menjual dalam bentuk mentah, tapi pemerintah memiliki peran untuk meningkatkan nilai jual yang stabil melalui pembangunan industri kelapa di desa-desa dengan melibatkan BUMDesa.
"Kalau petani hanya menjual dalam bentuk mental saja, maka akan berlaku hukum pasar, ketika pasokan tinggi dan permintaan rendah, harga turun," ujarnya.
Menurut H Ikbal Sayuti dengan geografis di Inhil pemimpin yang akan datang harus memiliki kreatifitas, inovasi dan inovatif kemudian mampu melakukan lobi-lobi ke pusat untuk menjemput anggaran agar bisa membantu perkembangan di Kabupaten Inhil.
"Dana APBN di pusat sana harus dijemput dengan cara pendekatan dan lobi-lobi agar anggaran tersebut dapat diluncurkan. Dan kita dapat berkaca dengan Kabupaten lain salah satunya Sumatera Barat yang mampu menyerap anggaran APBN untuk mengembangkan daerahnya. Artinya mereka saja bisa kenapa kita tidak bisa," jelasnya.
Terakhir ia berharap diskusi ini dapat terus berlanjut dan serta menjadi bahan pertimbangan dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.