KILASRIAU.com - Beberapa tahun terakhir, kondisi persawahan/pertanian di Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga kini masih mengalami beberapa kendala, diantaranya hama keong dan kondisi debit air yang tinggi.
Korlu Desa Mugomulyo Tarno mengungkapkan sebenarnya potensi lahan pangan Kecamatan Sungai Batang meliputi luasan 2000 hektar persawahan pada saat ini, dan yang menjadi persoalan saat ini kondisi debit air anak sungai lebih tinggi dibandingkan persawahan atau bisa dikatakan dangkal.
"Jadi kami masyarakat beserta petugas mengharapkan adanya normalisasi sungai dan parit, perbaikan tata kelola lahan yang meliputi tanggul, pintu kleb dan saluran agar tanam dapat berlangsung berjalan seperti biasanya, sehingga kegiatan di kecamatan dapat berjalan lancar," kata Tarno, saat kunjungan kerja Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Erwin Dimas SE, DEA, MSi, yang didampingi oleh beberapa Direktorat Kementerian Pertanian, Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Kadis Pertanian Provinsi dan para Kadis Pemda Inhil yang terkait, Rabu (8/6/22).
Kegiatannya ini, kata Tarno, mengarah kepada kegiatan pertanaman IP 100 dan 200. Dengan adanya perbaikan tata kelola lahan kiranya fungsi lahan dapat dijalankan seperti bisa sehingga kebutuhan pangan Kecamatan Sungai Batang, Reteh, Enok, dan Tembilahan sebagian dapat terpenuhi.
"Dengan adanya normalisasi sungai hama keong dapat berkurang, sehingga penyemaiaan padi tidak lagi sampai 6 Kali. Yang berakibat tidak lagi kekurangan benih padi setiap tahunnya. Sekiranya kegiatan pertanian pusat, Provinsi dan kabupaten bersinergi fokus pada kegiatan di Sungai Batang," harapnya.