Kegiatan Pengolahan Kelapa di Kecamatan Tembilahan Hulu

Kilasriau.com, INDRAGIRI HILIR - Pengolahan pasca panen menjadi salah satu cara yang inovatif yang dikembangkan oleh petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan nilai tambah dari produk perkebunan.

Dalam pengolahan pasca panen perkebunan kelapa, produk yang bisa dihasilkan oleh petani kelapa maupun kelompok tani bisa berupa minyak, kopra, VCO, Nata DeCoco, bahkan dengan memanfaatkan limbah kelapa seperti sabut kelapa yang bisa diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Mengenai pengolahan pasca panen kelapa, seorang petani kelapa di Kecamatan  Tembilahan Hulu, Kandar mengaku bahwa saat ini hanya menjual kelapa bulat alias kelapa jambul.

Memang kata Kandar, dulu dirinya sempat mengolah kopra dari hasil perkebunan kelapa miliknya. Akan tetapi saat ini sudah tidak melakukan produksi kopra lagi.

"Dulu harga kelapa murah dan harga cukup tinggi. Alternatif yang kami lakukan untuk menambah perekonomian saat harga kelapa murah kita mengolahnya menjadi kopra. Saat ini harga kelapa bulat cukup bagus, sementara harga kopra masih stagnan. maka kami lebih memilih menjual kelapa bulat untuk saat ini," tuturnya Kandar saat berbincang dengan media, Kamis (23/9/2021).

Lanjutnya, untuk pengolahan pasca panen umumnya kata Kandar selaku petani yang berdomisili di Kecamatan Tembilahan Hulu ini mengatakan hanya diolah menjadi kopra.

"Kalau kita hanya mengolah kopra saja dulu nya dari hasil panen kebun kelapa," tambahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, di Kecamatan Tembilahan Hulu perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas  5.036 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 5.018.602 kilogram.

Sedangkan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 947 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 903.930 kilogram. (Adv/Arbain)


Baca Juga