Alhamdulillah, Inhil Punya Rumah Singgah TB

KILASRIAU.com  - Tubercholosis atau biasa di sebut TBC  di baca TB adalah salah satu penyakit menular yang di sebabkan oleh kuman mycrobacterium yang menjadi penyakit nomor 1 mematikan di dunia. 

TB saat ini menjadi perhatian kita semua karna sangat berbahaya jika tidak di obati sampai tuntas.  

Melalui Global Fund yang saat ini program TB di percayakan kepada STPI Penabulu sebagai PR dan PKBI Riau sebagai SR yang menjalankan di Propinsi Riau. 

Salah satu yang menjadi kendala pasien dalam menjalani pengobatan adalah terkendala dalam akomodasi untuk pengobatan yang sedang di jalankan di RSUD Puri Husada sebagai rumah sakit rujukan paru.

Ketua Yayasan Puri Harapan Indragiri (YAPHI)  Boby Setiawan Sebagai komunitas yang di percayakan untuk menjalankan program ini di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Case Managemen yang di tugaskan di RSUD Puri Husada.

Manager Kasus TB RO di RSUD Puri Husada Tembilahan Raihana M. Noor yang diberikan penanggungjawab di daerah Inhil untuk rumah singgah ini. Tujuannya agar masyarakat yang berada diluar daerah memiliki tempat sementara sembari menunggu jadwal pengobatan. 

"Alhamdulillah, tentunya kita bersyukur sekali karena Inhil mendapatkan apresiasi pendanaan dari Global Fund untuk fasilitas rumah singgah yang akan di gunakan oleh pasien dan pendamping (keluarganya) untuk berobat di RSUD Puri Husada Tembilahan," ujarnya.

"Fasilitas ini bisa kita dapatkan karena keadaan geografis di Inhil. Pasien yang berobat selama ini harus menginap di wisma dan itu akan menambah biaya dalam pengobatan," tambahnya. 

Kemudian Raihana menuturkan pasien TB Sensitif obat (SO) atau Resisten Obat (RO)  yang berobat di RSUD Puri Husada bisa menggunakan rumah singgah ini dengat alamat Gunung Daek Gang Sukaria nomor 30 atau menghubungi kontak : 
Boby setiawan HP 085278959803
Raihana M. Noor HP 082179913846

"Jadi, ada syarat dan ketentuan  yang bisa menggunakan fasilitas ini diantaranya :
1. Memiliki surat rujukan / surat kontrol di RSUD Puri Husada Tembilahan
2. Wajib menggunakan masker dan patuhi protokol kesehatan 5 M," ucapnya. 

Selain itu Raihana berharap dengan adanya rumah singgah ini dapat membantu masyarakat Inhil khususnya yang rumahnya berada di daerah.

"Dengan rasa syukur ini, kita berharap dengan adanya rumah singgah ini mampu mengurangi beban keluarga pasien yang mengidab penyakit TB. Karena tidak harus mencari tempat tinggal yang mengeluarkan biaya," imbuhnya. 

#EliminasiTb2023
#TbtheEnd
#TOSSTB


Baca Juga