KILASRIAU.com - Pengurus Laskar Melayu Riau (LMR) kecamatan Kateman didampingi Suriadi wakil ketua Gerakan Peduli Sesama (GPS) Kateman melakukan mengunjungi adik adik dari perguruan silat BS Melati di Mushola Kantor Camat, Kamis (1/07/21).
Dalam kunjungan itu juga LMR dan GPS Kateman ikut melaksanakan kegiatan keagamanan yaitu yasinan rutin malam jum'at bersama perguruan silat BS Melati.
Dikatakan Dt. M. Ridwan selaku wakil panglima laskar melayu Riau kecamatan Kateman remaja adalah usia di mana seseorang sedang mencari identitas yang paling sesuai. Hal ini yang menyebabkan seseorang rawan terpengaruh dari pihak-pihak luar yang dapat memicu terjadinya bentuk permasalahan sosial pada generasi milenial, yaitu kenakalan remaja.
Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi dan informasi tidak hanya berdampak positif, Generasi milenial harus terus diberikan pendidikan karakter untuk membentengi diri dari serangan hal-hal negatif tersebut.
"Maka dari itu dengan adanya aktivitas melalui beladiri ini mampu melatih fisik kemudian aktif dalam bimbingan keagamaan. Seperti yasinan rutin ini. Saya bangga terhadap adik adik dari BS melati karena bisa memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif. Generasi milenial harus terus diberikan pendidikan karakter untuk membentengi diri dari serangan hal-hal negatif. Sekarang ini para generasi muda harus meningkatkan kreativitas. Dengan demikian akan berguna untuk kehidupan," ujar Ridwan.
Disamping itu juga Ridwan memberikan nasehat kepada adik adik dari perguruan silat BS melati ini agar selalu menjaga diri dari hal-hal yang negatif seperti narkoba, minuman keras dan lain-lain. Pelibatan generasi muda sebagai pelanjut estafet negeri ini dalam penguatan moderasi beragama sangat strategis. Dari situ, diharapkan nuansa keberagamaan kaum milenial ke depan terus membaik,serta mengedepankan kedamaian.
"Sudah sepantasnya kita sebagai orang tua memberikan bimbingan kepada yang muda muda serta bekerjasama dan lebih pro aktif untuk memberikan bimbingan kepada generasi muda. Upaya komunikasi dan menyalurkan ke kegiatan yang positif seperti ini. Tujuannya agar generasi milenial ini tidak terjerumus ke jalan yang tidak benar," jelas Ridwan.
Sementara itu Suriadi wakil ketua GPS Kateman menyampaikan dampak positif dan negatif dari kemajuan dunia saat ini menjadi boomerang aktif disemua sisi-sisinya. Ketika kemajuan dianggap sebagai kiblat bagi generasi milenial. Tidak pahamnnya generasi milenial terhadap nilai-nilai ajaran dalam Islam mengakibatkannya terjatuhnya kedalam ajaran yang menyimpang dan tidak sesuai dengan islam ajarkan.
"Generasi yang baik adalah generasi yang taat dan patuh terhadap ajaran agama, meniggalkan mudharat mengambil manfaat. Waktu itu laksana pedang, kalau kau tidak bisa menundukkan waktu maka engkau akan dikalahkan oleh waktu. Oleh karena itu Pendidikan agama sangat penting dilakukan agar generasi milenial tidak terjerumus ke hal negatif yang tidak diinginkan dan dapat memiliki etika yang baik sesuai dengan ajaran agama," imbuhnya. (Sr)