Kuantan Singingi, KilasRiau.com -
Kawanan gajah yang berjumlah belasan ekor memasuki lahan perkebunan warga masyarakat di Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, sejak sepekan terakhir ini.
Dari data dan informasi yang berhasil dihimpun KilasRiau.com pada Senin (17/05/2021), kawanan gajah ini berasal dari Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

Sebagian besar lahan perkebunan warga masyarakat Kecamatan Inuman saat ini dikuasai oleh kawanan gajah tersebut.
Dimana beberapa desa yang saat ini lahan perkebunannya yang menjadi bulan-bulanan kawanan gajah tersebut antara lain, Desa Koto Inuman, Kampung Baru Koto, Pasar Inuman, Lebuh Lurus, dan Bedeng Sikuran.
Yang menjadi keprihatinan dan sangat mengkhawatirkan warga masyarakat Inuman terhadap Kawanan gajah tersebut bukan hanya merusak lahan perkebunan warga saja, bahkan dari keterangan Kepala Desa Koto Inuman, Darmawan mengatakan kepada KilasRiau.com pada Senin (17/05/2021) sore, sudah ada warganya yang menjadi korban diakibatkan gajah tersebut.

"Warga kita atas nama Aswan usia sekitar 40 tahun menjadi korban dari amukan gajah tersebut. Dimana saat itu korban bersama warga lainnya tengah berupaya mengusir kawanannya," kata Darmawan.
Di mana di tempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Kampung Baru Koto, Khairul kepada KilasRiau.com pada Senin (17/05/2021) sore, via selullernya.
"Kawanan gajah ini mulai masuk ke lahan perkebunan warga sejak Rabu, 12 Mei 2021 lalu, tepatnya sehari sebelum lebaran hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, yang menjadi kekhawatiran sekarang, kawanan gajah ini sudah mulai menyerang warga," terang Khairul.
Sementara itu Ketua PK KNPI Inuman, Herika Putra, S.Sos yang ikut bersama-sama dengan Pemerintahan Desa, Kecamatan, TNI Koramil 06/ Cerenti, dan juga para petugas dari Polhut dan BBKSDA, mahasiswa asal Inuman serta masyarakat mengatakan bahwa dirinya sangat berharap hal ini agar segera bisa teratasi.
"Kita berharap adanya perhatian dari Pemda Kuansing, serta para wakil rakyat terkait penyelesaian masalah ini. Sebab, hal ini sudah berulang kali dan bahkan setiap tahun terjadi, tidak hanya kali ini," kata Herika Putra yang juga merupakan Bakal Calon Ketua Umum KNPI Kuantan Singingi periode mendatang.

Selain itu Mahasiswa Kuansing asal Inuman, Edo Cipta Wiganda juga mengatakan bahwa hal ini butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah sehingga kejadian ini tidak terulang lagi untuk dimasa mendatang.
"Pemerintah daerah bersama sama dengan BBKSDA Riau seharusnya mencarikan solusi terbaik untuk hal ini. Apalagi, kali ini sudah ada warga yang menjadi korban gajah tersebut," pinta mahasiswa aktivis anti korupsi Kuansing yang lebih dikenal dengan sebutan ECW.
Secara terpisah Wakil Bupati Kuantan Singingi Terpilih, Drs. H. Suhardiman Amby, Ak.,MM saat dikonfirmasi wartawan media online via selluler pribadinya terkait hal ini mengatakan bahwa peristiwa ini sangat merugikan masyarakat setempat yang merupakan kampung halamannya.
"Kejadian ini sudah berkali kali, ini sangat meresahkan masyarakat kita. Dan, begitu saya mendapat informasi dari warga, saya langsung menghubungi pihak BBKSDA Riau pada Jum'at, 14 Mei 2021 lalu," kata Suhardiman Amby.

"Alhamdulillah, para petugas dari BBKSDA Riau khususnya Wilayah 1 itu langsung terjun ke lokasi tersebut," sambung Suhardiman Amby yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Provinsi Riau.
Dikatakan Suhardiman Amby kepada KilasRiau.com, persoalan atau permasalahan kawanan gajah yang sudah memasuki lahan perkebunan masyarakat tersebut, sepantasnya pihak pemerintahan ikut serta dalam menyelesaikan hal tersebut.
"Ini kan menyangkut khalayak ramai, menyangkut masyarakat. Apalagi sudah terjadi ada korban, jika terus dibiarkan akan membahayakan jiwa atau keselamatan warga masyarakat kita, jangan hanya kita peduli disaat masa masa politik saja, ini masyarakat kita," tegas Suhardiman Amby.**