Bahas Proyek Karbon Mangrove bersama Tenaga Ahli UNRI, Pemkab Inhil Ingin Kelestarian Lingkungan dan Menguatnya Ekonomi Pesisir

Kilasriau.com - Menjaga Hutan mangrove artinya menjaga aset alam, ketahanan pesisir dan peluang ekonomi generasi mendatang, poin penting yang dibahas Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Tenaga Ahli dari Universitas Riau (UNRI), dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung Jumat (6/11) pagi di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

FGD menyoal Penyusunan Dokumen Desain Proyek Karbon Mangrove Kabupaten Inhil, menghadirkan Tenaga Ahli dari UNRI yakni Prof. Dr. Ir. Efriyeldi, M.Si, Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, DEA, Dr. Gusliana HB, SH, M.Hum, Prof. Dr. Mubarak, M.Si dan sejumlah Tim Surveyor.

Proyek Karbon Mangrove merupakan inisiatif pengelolaan ekosistem mangrove yang dirancang untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) dalam jangka waktu lama, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Selain berdampak baik bagi lingkungan, proyek ini ditujukan untuk menghasilkan dana dari penjualan kredit karbon kepada perusahaan yang mengompensasi emisi mereka, di mana keuntungan finansial dialokasikan untuk program pemulihan ekosistem.

Bagi Bupati Inhil, proyek Karbon Mangrove sangat strategis, mengingat hampir 57 persen hutan mangrove di Riau berada di Inhil, hingga menjadikannya yang terluas di provinsi ini mencapai 131.658 hektare.

“Potensi tersebut menciptakan peluang pembangunan berkelanjutan, kekayaan Sumber Daya Alam yang kita miliki harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan kita harus berupaya menjaga kelestariannya demi generasi mendatang,” ungkap Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, Afrizal.

Karena itu, Bupati harapkan Pengembangan Potensi Karbon Mangrove dipersiapkan dengan baik, karena bukan hanya berdampak baik bagi lingkungan tetapi mendorong tumbuhnya ekonomi hijau di Inhil.

“Melalui proyek ini, kita harap peran masyarakat semakin kuat dalam menjaga hutan mangrove, mendongkrak ekonomi pesisir dan terbukanya peluang dukungan untuk pembiayaan pemulihan kawasan mangrove,” lanjut Asisten 3.

Melalui kerjasama dengan UNRI, Bupati harap munculnya kajian yang mengutamakan standar ilmiah, ketepatan metodologi, serta rekomendasi yang aplikatif sesuai karakteristik Kabupaten Inhil.


Baca Juga