Kilasriau.com - Kepada Saudara-saudaraku para pekerja dan pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bumi Kuantan Singingi yang saya cintai dan banggakan.
Setiap kali saya berdiri di tepi sungai kita, hati saya selalu bergemuruh. Di balik gemuruh mesin dompeng yang berputar siang malam, ada peluh yang menetes demi sesuap nasi. Ada harapan seorang ayah untuk membiayai sekolah anaknya, ada bakti seorang anak untuk membelikan obat orang tuanya, dan ada perjuangan keluarga agar asap dapur tetap mengepul.
Kenyataan hari ini, tambang rakyat ini telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kuansing. Sektor ini menekan angka pengangguran dan membantu ribuan perut bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi yang sulit. Anda semua bukanlah kriminal; Anda adalah pejuang keluarga yang mencari nafkah di tanah kelahiran sendiri.
Namun, sampai kapan kita harus hidup dalam ketakutan? Sampai kapan saudara-saudara saya harus bekerja dengan was-was, berkejaran dengan aparat, dan dibayangi ketidakpastian hukum yang membuat tidur tak tenang?
Janji WPR yang Tak Kunjung Padam Menjadi Keresahan
Kita semua lelah mendengar orasi dan janji politik. Katanya Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) akan direalisasikan. Katanya rakyat akan diberi ruang hukum yang sah. Namun, janji WPR itu hanya menjadi wacana yang mengambang di udara tanpa kepastian.
Sebagai suara pemuda Kuansing, saya menegaskan kepada pihak berwenang: Jika regulasi WPR sudah rampung, tunjukkan kepada rakyat!
Tunjukkan peta lokasinya secara transparan. Buka informasinya agar saudara-saudara kita yang bekerja di lapangan tahu ke mana mereka harus melangkah secara sah. Jangan biarkan rakyat kecil bertaruh nasib di dalam kegelapan ketidakpastian hukum yang tak kunjung usai.
Pangkas Birokrasi, Permudah Perizinan Satu Pintu
Rakyat Kuansing tidak pernah berniat melawan hukum. Rakyat hanya ingin bekerja dengan tenang dan legal. Oleh karena itu, kita mendesak pemerintah untuk mempermudah jalur perizinan:
Gunakan Sistem Satu Pintu (PTSP): Bebaskan rakyat dari rantai birokrasi yang berbelit-belit.
Berikan Pendampingan, Bukan Cuma Larangan: Edukasi masyarakat cara menambang yang aman, ramah lingkungan, dan legal.
Jika perizinan dibuat mudah, murah, dan transparan, saya yakin pekerja PETI akan bangga mematuhi aturan. Rakyat ingin dinaungi oleh hukum, bukan dikejar-kejar oleh hukum.
Harapan untuk Masa Depan Kuantan Singingi
Untuk seluruh saudara-saudaraku penambang di Kuansing, tulisan ini saya buat dari lubuk hati yang paling dalam. Perjuangan kita bukan untuk merusak tanah air, melainkan untuk bertahan hidup dan mencari keadilan.
Mari kita bersatu, menyuarakan hak kita secara santun namun tegas. Kita minta pemerintah hadir memberikan solusi konkret, bukan sekadar imbauan atau penindakan tanpa kepastian solusi ekonomi alternatif.
Semoga ketidakjelasan ini segera menemukan jalan terang, agar perekonomian Kuansing tetap berputar, lingkungan tetap terjaga untuk anak cucu kita, dan saudara-saudaraku semua bisa bekerja dengan tenang, aman, dan berpayung hukum yang jelas.