Kilasriau.com, RETEH - Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan masyarakat Kecamatan Reteh. Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) melaksanakan aksi sosial donor darah dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Halaman Masjid Jami Besar Pulau Kijang.
Donor darah kali ini merupakan aksi yang ke-34 kalinya dilaksanakan oleh Gasebu. Sebuah konsistensi luar biasa dalam gerakan kemanusiaan di Kecamatan Reteh.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Gasebu dengan berbagai pihak, di antaranya PMI Kabupaten Indragiri Hilir, PMI Kecamatan Reteh, Forkopimcam Reteh, RSUD Tengku Sulung, Puskesmas se-Kecamatan Reteh, PGRI, IPSS, IPSI, Pemuda Gerbang Selatan, Ansor, Banser, Kompak, dan Pramuka.
Selain aksi donor darah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan Aktivasi Aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital) oleh Operator Kecamatan Reteh, Ibu Lili Wuryani,S.HI.
Aktivasi IKD ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam pengecekan data pribadi kependudukan secara digital, tanpa harus membawa KTP fisik, serta mendukung program digitalisasi dokumen kependudukan dari pemerintah.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan kolaborasi antarlembaga dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat ungkap kepala dinas disdukcapil.
Ketua Gasebu menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar donor darah, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial lintas organisasi di Reteh.
"Alhamdulillah, donor darah ke-34 ini berjalan lancar. Terima kasih kepada yang sudah bersama-sama menyukseskan kegiatan kemanusiaan ini. Setetes darah kita sangat berarti untuk saudara kita yang membutuhkan," ungkap panitia Gasebu.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stok darah di PMI Kabupaten Indragiri Hilir tetap aman, serta masyarakat Reteh semakin melek akan pentingnya dokumen kependudukan digital melalui aplikasi IKD.