Pengerjaan Jalan Kota Baru Reteh Disorot, Warga Desak PUPR dan DPRD Inhil Turun ke Lapangan

Kilasriau.com, KOTA BARU RETEH – Pengerjaan jalan di wilayah Kota Baru, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga Jumat (23/10/2026), kondisi pengerjaan jalan tersebut dinilai belum menunjukkan kejelasan, sementara lambannya pekerjaan dan kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan menimbulkan keresahan bagi warga yang setiap hari melintas.

Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan kelancaran akses transportasi serta mendorong aktivitas perekonomian masyarakat itu justru dikeluhkan karena kondisi jalan yang menyulitkan pengguna. Masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana progres pengerjaan, apa kendala yang dihadapi, serta kapan proyek tersebut dapat diselesaikan.

“Ada apa dengan pengerjaan jalan Kota Baru Reteh? Masyarakat membutuhkan kejelasan. Jalan ini seharusnya menjadi sarana pendukung aktivitas warga, bukan justru menambah kesulitan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari,” demikian aspirasi yang disuarakan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut.

Warga menilai, apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan pekerjaan, baik dari sisi anggaran, teknis maupun faktor lainnya, pihak terkait perlu menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui perkembangan proyek dan tidak terus bertanya-tanya mengenai kepastian penyelesaiannya.

Dampak kondisi jalan juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Saat cuaca panas, debu berpotensi beterbangan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun warga yang bermukim di sekitar lokasi. Sebaliknya, ketika hujan turun, kondisi jalan yang becek dan berlumpur dapat menyulitkan kendaraan untuk melintas.

Situasi tersebut dikhawatirkan menghambat mobilitas masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, serta memperlambat akses warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Saat kemarau, debu menjadi persoalan. Ketika hujan, jalan menjadi becek dan berlumpur. Masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini tentu merasakan dampaknya. Karena itu, kami berharap pengerjaan segera dituntaskan agar akses transportasi kembali nyaman dan layak digunakan,” ungkap aspirasi warga.

Masyarakat Reteh mendesak kontraktor pelaksana agar memberikan perhatian serius terhadap progres pekerjaan dan memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai ketentuan serta standar kualitas yang berlaku. Penyelesaian proyek, menurut warga, tidak cukup hanya mengejar target waktu, tetapi juga harus memperhatikan mutu hasil pekerjaan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Desakan juga ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhil selaku pihak yang diharapkan melakukan pengawasan sesuai kewenangannya. Warga meminta instansi tersebut turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi faktual, mengevaluasi progres pekerjaan, serta memastikan setiap kendala ditangani secara tepat.

Selain itu, Camat Keritang dan anggota DPRD Kabupaten Inhil dari daerah pemilihan (Dapil) VI diharapkan ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi dan pengawasan sesuai tugas masing-masing.

“Kami meminta PUPR Inhil dan DPRD Inhil Dapil VI tidak tinggal diam. Turunlah ke lapangan, lihat langsung kondisi jalan Kota Baru, dan pastikan ada tindak lanjut yang jelas. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena pekerjaan yang tidak kunjung memberikan kepastian,” tegas aspirasi masyarakat.

Warga juga mengingatkan agar persoalan tersebut segera ditangani sebelum pengerjaan semakin berlarut-larut. Kejelasan mengenai progres, kendala, dan target penyelesaian dinilai menjadi hal mendasar yang perlu disampaikan kepada masyarakat.

Di sisi lain, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk suatu proyek pembangunan harus sejalan dengan pelaksanaan yang tertib, pengawasan yang memadai, serta hasil pekerjaan yang memenuhi standar. Namun, nilai anggaran proyek jalan Kota Baru Reteh belum disebutkan secara terperinci dalam informasi yang disampaikan masyarakat ini.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin jalan yang layak, pekerjaan yang berkualitas, dan kepastian kapan pembangunan selesai. Jangan sampai hasilnya asal jadi sehingga masyarakat kembali menanggung dampaknya,” lanjut aspirasi tersebut.

Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di Kecamatan Keritang, khususnya wilayah Reteh, mendapatkan perhatian yang proporsional. Mereka menegaskan bahwa warga Reteh juga berhak menikmati pembangunan infrastruktur yang layak sebagaimana masyarakat di wilayah lain di Kabupaten Indragiri Hilir.

Bagi warga, jalan bukan sekadar sarana penghubung, melainkan bagian penting yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, masyarakat meminta seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret, memberikan penjelasan terbuka, serta memastikan pengerjaan jalan Kota Baru Reteh berjalan sesuai ketentuan hingga selesai dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan tunggu sampai pekerjaan benar-benar terbengkalai baru ada tindakan. Masyarakat Reteh membutuhkan kepastian dan hasil nyata, bukan sekadar janji. Kami berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius demi kepentingan masyarakat luas,” tutup aspirasi warga.

Hingga narasi ini disusun, belum terdapat keterangan dari kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR Kabupaten Inhil mengenai progres, kendala, dan target penyelesaian pengerjaan jalan tersebut. Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.


Baca Juga