Kilasriau.com, RETEH – Upaya meningkatkan tertib administrasi dan memperkuat digitalisasi layanan di lingkungan pendidikan terus dilakukan di Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan sosialisasi Sistem Informasi Kepegawaian Nasional (SIMPEGNAS).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di SD Negeri 009 Pulau Kijang. Bimtek ini diikuti seluruh kepala sekolah dan operator sekolah se-Kecamatan Reteh sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta kemampuan tenaga pendidikan dalam mengelola administrasi berbasis digital.
Bimtek SRIKANDI dihadiri langsung Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Indragiri Hilir, Lastri Ekatama. Sementara itu, materi teknis disampaikan oleh Herman, narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Inhil.
Aplikasi SRIKANDI merupakan platform kearsipan elektronik yang digunakan untuk mendukung pengelolaan surat-menyurat dan arsip dinamis secara terintegrasi. Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih tertib, efisien, mudah ditelusuri, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan sistem kearsipan digital juga menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi tata kelola pemerintahan, termasuk di lingkungan satuan pendidikan. Dengan pengelolaan arsip secara elektronik, sekolah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses pencatatan secara manual.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan aplikasi SRIKANDI agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan administrasi di masing-masing satuan pendidikan.
“Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, kita berharap kepala sekolah dan operator sekolah semakin memahami tata cara pengelolaan surat-menyurat dan arsip secara elektronik. Dengan demikian, administrasi sekolah dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan akuntabel,” demikian pesan yang ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain Bimtek SRIKANDI, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi aplikasi SIMPEGNAS dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir. Sosialisasi tersebut berfokus pada pemanfaatan sistem digital untuk mendukung pengelolaan administrasi kepegawaian di lingkungan pendidikan.
SIMPEGNAS berkaitan dengan berbagai layanan administrasi pegawai, di antaranya pengajuan cuti, absensi daring, kenaikan pangkat, serta layanan kepegawaian lainnya. Pemahaman terhadap sistem ini diharapkan dapat membantu kepala sekolah dan operator dalam menjalankan proses administrasi secara lebih terstruktur dan efisien.
Digitalisasi administrasi kepegawaian dinilai penting untuk mendukung ketepatan pengelolaan data pegawai serta mempermudah proses pelayanan. Karena itu, peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan aplikasi menjadi salah satu faktor penting agar pemanfaatan sistem digital dapat berjalan optimal.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kunjungan kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir di lingkungan pendidikan Kecamatan Reteh. Kunjungan ini menjadi bagian dari pembinaan sekaligus pemantauan langsung terhadap pelaksanaan pendidikan di wilayah tersebut.
Melalui kunjungan kerja itu, diharapkan koordinasi antara jajaran Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan di Kecamatan Reteh semakin kuat, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola administrasi dan pelayanan pendidikan.
Pelaksanaan Bimtek SRIKANDI dan sosialisasi SIMPEGNAS ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat penerapan sistem administrasi berbasis digital di sekolah-sekolah se-Kecamatan Reteh.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang memahami penggunaan teknologi serta koordinasi yang baik antarinstansi, satuan pendidikan diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan administrasi kearsipan dan kepegawaian yang lebih tertib, transparan, efektif, dan akuntabel.
Pada akhirnya, penguatan administrasi digital tidak hanya mendukung kelancaran pekerjaan tenaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan yang lebih modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi.