Kilasriau.com — Dalam upaya mencetak generasi santri yang berwawasan luas, berjiwa pemimpin, dan berakhlakul karimah, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Pekanbaru bersama Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kota Pekanbaru sukses menggelar Santri Leadership Academy (SLA) 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Semarak Hari Santri tingkat Kota Pekanbaru tersebut dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) di Pondok Pesantren Al-Ikhwan, Pekanbaru. Mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas", acara intensif ini diikuti antusias oleh 131 santri utusan dari 23 pondok pesantren se-Kota Pekanbaru.
Untuk memberikan pembekalan komprehensif, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dan trainer berpengalaman. Di antaranya Ketua FKPP Provinsi Riau sekaligus Anggota DPD RI KH. Muhammad Mursyid, Kasi PD Pontren Kemenag Pekanbaru H. Zulfa Hendri, Ketua FKPP Kota Pekanbaru sekaligus Pimpinan PP Al-Ikhwan Buya H. Irwan Suanto, Sekretaris FKPP Kota Pekanbaru sekaligus Pimpinan PP IBS Pekanbaru Kyai Jumakri, Ust. Gazali selaku trainer, Joko Sentoso selaku trainer outbound, serta Novandri Candra selaku Ketua Panitia sekaligus Pemateri Administrasi.
Dalam paparan materinya, Kasi PD Pontren Kemenag Pekanbaru Zulfa Hendri mengulas keteladanan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA saat menimba ilmu "nyantri" kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan santri bermula dari pengendalian diri yang mencakup pilar ilmu, adab, dan aksi nyata, serta tecermin dalam delapan karakter utama seperti ketaatan, cinta ilmu, keberanian membela kebenaran, kesederhanaan, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga keadilan.
Zulfa juga mengajak santri mentransformasikan nilai perjuangan dari era Resolusi Jihad menuju jihad intelektual masa kini demi menyongsong Indonesia Emas.
Sementara itu, KH. Muhammad Mursyid menekankan pentingnya penguatan ukhuwah islamiyah, konsolidasi kelembagaan pesantren, serta penjagaan nilai kebangsaan guna membendung polarisasi sosial. Meneruskan pesan tersebut, Ust. Irwan Suanto mendorong santri untuk aktif menggerakkan kolaborasi antarpesantren, mengasah integritas kepemimpinan, dan mewujudkan lingkungan pesantren yang aman serta tertib.
Materi pelatihan dilengkapi oleh Ust. Gazali, Joko Sentoso, Novandri Candra, dan Kyai Jumakri yang memberikan pembekalan manajerial, motivasi, serta penguatan mental untuk membentengi santri dari ancaman modern seperti berita bohong (hoax) dan perundungan (bullying).
Rangkaian sesi dalam ruangan (indoor) ditutup secara resmi dengan pembacaan deklarasi dan komitmen bersama seluruh peserta, yang dipandu H.Zulfa Hendri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi outbound dan dinamika kelompok di lapangan yang diikuti seluruh santri, trainer, dan panitia penyelenggara.