PGRI Reteh Peduli Korban Kebakaran, Salurkan Bantuan Rp 17,172.000 Juta untuk Warga dan Siswa Terdampak di Lorong Panglima

Kilasriau.com, RETEH - Kepedulian terhadap musibah kebakaran di Lorong Panglima, Kelurahan Pulau Kijang kembali ditunjukkan oleh organisasi profesi guru. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Reteh turun langsung menyalurkan bantuan untuk warga dan siswa/siswi yang terdampak.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, pasca terjadinya musibah kebakaran yang menghanguskan pemukiman warga.

Kegiatan PGRI Peduli ini merupakan hasil kolaborasi dan kerjasama yang solid antara PGRI Kecamatan Reteh dengan Korwil Pendidikan, MKKS Tingkat SMA/MA, MKKS Tingkat SMP/MTs, dan K3S/MKKS MI, serta seluruh KKG dan MGMP se-Kecamatan Reteh.

Melalui Koordinator Bidang Sosial, penggalangan dana dilakukan secara internal di kalangan guru dan murid, serta penggalangan dana di jalan. Kegiatan ini telah mendapat persetujuan langsung dari Ketua PGRI Kecamatan Reteh, Mohd Yusyuf, dan telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Reteh dan Korwil pendidikan kec reteh. 

Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul donasi dengan rincian:

- Donasi dari Guru dan Murid: Rp 14.551.000

- Donasi dari penggalangan di jalan: Rp 2.621.000

- Total Donasi: Rp 17.172.000 (Tujuh Belas Juta Seratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah)

Bantuan tersebut kemudian disalurkan langsung kepada warga dan siswa/siswi yang menjadi korban kebakaran di Jalan Panglima, Kelurahan Pulau Kijang.

Ketua PGRI Kecamatan Reteh, Mohd Yusyuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.

Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah berdonasi untuk korban kebakaran di Jalan Panglima. Terima kasih juga kepada Korwil, MKKS, K3S, KKG, MGMP dan semua pengurus PGRI yang sudah meluangkan waktunya untuk menyalurkan santunan donasi ini. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban anak-anak didik kita dan warga yang terdampak," ungkap Mohd Yusyuf.

Aksi PGRI Peduli ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi siswa yang terdampak agar tetap semangat menempuh pendidikan meski dalam kondisi musibah, serta menjadi bukti nyata bahwa guru tidak hanya hadir dalam mendidik, tetapi juga hadir dalam kepedulian sosial.


Baca Juga