Kilasriau.com - Kehilangan pencari nafkah maupun memasuki masa pensiun merupakan dua fase kehidupan yang sama-sama membawa tantangan terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Pada fase inilah para pekerja dan keluarganya membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan, tetapi juga bekal untuk kembali produktif dan mandiri.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai wujud perlindungan yang tidak berhenti pada saat manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi bagi peserta maupun keluarga yang ditinggalkan.
Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota, Hendrayanto menjelaskan, program PEKA merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan manfaat jaminan sosial terus memberikan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya.
“Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, dimana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima,” ujar Hendrayanto.
Melalui Program PEKA, ulas Hendrayanto, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan layanan kepada peserta tidak berhenti pada saat manfaat dibayarkan. Menurutnya, santunan yang diterima peserta maupun ahli waris diharapkan dapat menjadi modal produktif yang diperkuat melalui literasi keuangan, pelatihan, reskilling, upskilling, hingga pengembangan usaha.
"Karena itu, program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit. Sehingga manfaat jaminan sosial mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi kesejahteraan keluarga penerima manfaat," terang Hendrayanto.
Ia menambahkan, meski secara aturan kewajiban BPJS Ketenagakerjaan hanya membayarkan manfaat, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta dan keluarganya dapat terus meningkatkan kesejahteraannya.
“Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera,” tutur Hendrayanto.(yan)