Kilasriau.com — Semangat menghadirkan gerakan perempuan yang kritis, mandiri, progresif, dan berdaya terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Semangat tersebut turut tercermin dalam langkah Nurhayati yang maju sebagai calon Ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Indragiri Hilir masa khidmat 2026–2027.
Mengusung visi “Menjadikan KOPRI PMII Inhil sebagai rumah gerakan perempuan yang kritis, mandiri, progresif, dan berdaya,” Nurhayati membawa harapan agar KOPRI tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi kader perempuan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan kapasitas, serta lahirnya perempuan-perempuan yang mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.
Bagi Nurhayati, KOPRI harus menjadi rumah yang mampu merangkul, menguatkan, dan memberikan ruang tumbuh bagi setiap kader perempuan. Kaderisasi tidak boleh berhenti pada proses formalitas, melainkan harus mampu melahirkan kader yang memiliki kedalaman intelektual, keteguhan integritas, kepekaan sosial, serta keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
Dalam misi yang dibawanya, Nurhayati menitikberatkan pada lima agenda utama, yakni penguatan kaderisasi, pemberdayaan potensi kader, penghidupan kembali gerakan KOPRI di tengah masyarakat, pembangunan kolaborasi strategis dan solidaritas perempuan, serta penguatan advokasi terhadap isu perempuan, pendidikan, dan kemanusiaan.
Kelima agenda tersebut menjadi pijakan untuk mendorong KOPRI PMII Inhil agar semakin aktif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan zaman. Kader perempuan diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai insan akademis yang berpengetahuan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Di tengah tantangan gerakan mahasiswa yang semakin dinamis, kepemimpinan KOPRI membutuhkan lebih dari sekadar gagasan. Dibutuhkan komitmen, konsistensi, kerja kolektif, serta keberanian untuk membangun ruang gerakan yang inklusif dan berkelanjutan. Sebab, kemajuan organisasi tidak ditentukan oleh satu figur semata, melainkan oleh kemampuan seluruh kader untuk bergerak bersama dan saling menguatkan.
Melalui semangat “Berilmu, Bergerak, Berdaya,” Nurhayati membawa pesan bahwa perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.
Pencalonan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran KOPRI sebagai ruang kaderisasi perempuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, intelektualitas, dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.
Harapannya, KOPRI PC PMII Indragiri Hilir ke depan mampu tumbuh menjadi rumah gerakan yang tidak hanya melahirkan kader-kader tangguh, tetapi juga menghadirkan karya, memperluas solidaritas, dan meneguhkan keberpihakan terhadap kepentingan perempuan serta masyarakat luas.
Berilmu untuk memahami, bergerak untuk melakukan perubahan, dan berdaya untuk menghadirkan kemanfaatan.
Nurhayati — Calon Ketua KOPRI PC PMII Indragiri Hilir Masa Khidmat 2026–2027.