Kabut Asap Kuansing Berbahaya, Pemkab Masih Bisu dan Biarkan Anak-Anak Menghirup Racun

Kilasriau.com, TELUK KUANTAN — Kabut asap pekat memeluk wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sejak beberapa hari terakhir. Parameter pemantauan kualitas udara mencatat angka indeks kualitas udara (AQI) telah menembus level 212,0, yang secara resmi masuk ke dalam kategori "Sangat Tidak Sehat". 

Meski jarak pandang di area pemukiman dan jalan raya tampak terbatas diselimuti asap tebal, sejumlah sekolah di wilayah Kuansing terpantau masih menjalankan aktivitas belajar-mengajar tatap muka secara normal. 

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Senin pagi (5/10/2026), para siswa sekolah dasar hingga menengah tetap memadati halaman sekolah untuk mengikuti jam pelajaran. Pemandangan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan orang tua murid, mengingat minimnya penggunaan masker pelindung respiratorik pada anak-anak saat beraktivitas di luar ruangan. 

Kondisi udara pada angka 212,0 menunjukkan tingginya kandungan partikulat berbahaya di udara yang sangat berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kesehatan jangka panjang—khususnya bagi anak-anak yang masuk dalam kelompok paling rentan. 

Warga dan para orang tua murid berharap pihak Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) serta Dinas Kesehatan segera mengambil langkah cepat dan tegas.

Beberapa poin desakan masyarakat di antaranya:

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ): Mengevaluasi kemungkinan untuk meliburkan sekolah atau memindahkan proses belajar-mengajar ke sistem dalam jaringan (daring) selama status kualitas udara berada di kategori tidak sehat. 

Penghentian Aktivitas Luar Ruangan: Mengimbau sekolah yang masih beroperasi untuk meniadakan seluruh kegiatan di lapangan, seperti upacara bendera, olahraga, dan jam istirahat di luar kelas. 

Pembagian Masker Gratis: Mendorong pemerintah daerah menyalurkan masker standar medis secara masif ke sekolah-sekolah dan pusat pelayanan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Kuansing diimbau untuk membekali anak-anak dengan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih guna meminimalkan dampak buruk dari pendedahan kabut asap.


Baca Juga