Kilasriau.com, TELUK KUANTAN –Dugaan penyalahgunaan barcode QR MyPertamina untuk pengisian BBM bersubsidi kembali dikeluhkan warga. Kali ini, pemilik usaha Reti Ponsel, Noprisal efendi, menyuarakan kekecewaannya lantaran barcode kendaraan miliknya diduga dipakai oleh oknum lain tanpa sepengetahuannya di SPBU Gunung Toar.
Kejadian tersebut terungkap saat anggotanya hendak melakukan pengisian BBM jenis Solar untuk kendaraan operasional mereka di SPBU Kebun Nenas (Sungai Jering). Namun, alangkah terkejutnya mereka saat petugas operator SPBU setempat menyatakan bahwa kuota barcode untuk kendaraan tersebut telah habis digunakan di tempat lain.
"Tadi anggota saya mau isi BBM di SPBU Kebun Nenas, tapi dibilang operator SPBU kalau barcode-nya sudah dipakai. Waktu anggota saya tanya dipakai di mana, mereka bilang tercatat di SPBU nomor 13.295.629 (SPBU Gunung Toar)," ungkap Noprisal efendi kepada media kilasriau.com dalam keterangan tertulisnya.

Noprisal menegaskan bahwa praktik semacam ini bukan pertama kalinya terjadi. Pihaknya mengaku sudah berulang kali memberikan teguran dan peringatan kepada pihak pengelola SPBU agar lebih teliti dan tidak melayani pengisian menggunakan barcode milik orang lain.
"Sudah berulang kali saya ingatkan orang SPBU-nya, tapi masih saja dipakai," tegasnya dengan nada kecewa.
Ia berharap Pihak Pertamina serta Aparat Penegak Hukum (APH) dapat turun tangan dan menindak tegas oknum-oknum yang bermain dalam penyalahgunaan barcode BBM subsidi ini. Menurutnya, pembiaran terhadap praktik pengisian solar spekulan atau pelansir yang menggunakan barcode milik orang lain sangat merugikan masyarakat dan pemilik sah kendaraan.