Kilasriau.com - Dua puluh empat tahun perjalanan Provinsi Kepulauan Riau bukan lagi sekadar hitungan usia. Ia adalah rentang waktu yang cukup untuk melihat sejauh mana cita-cita pembentukan daerah ini telah diwujudkan, apa yang telah dicapai, dan apa yang masih menjadi pekerjaan bersama.
Kepri memang masih relatif muda dibandingkan banyak provinsi lain, tetapi 24 tahun telah menempatkannya pada fase penting: dari sekadar membangun fondasi pemerintahan menuju pematangan arah pembangunan.
Karena itu, usia ke-24 sepatutnya dimaknai sebagai momentum kedewasaan—bukan berarti seluruh persoalan telah selesai, melainkan semakin besar tanggung jawab untuk menentukan masa depan Kepri secara lebih matang, merata, dan berkelanjutan.
Satu hal penting yang hari ini tidak bisa kita lupakan adalah bahwa keberadaan Provinsi Kepulauan Riau memiliki sejarah yang panjang. Dari tanah ini lahir sosok Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah bahasa dan kebudayaan Melayu. Karya Gurindam Dua Belas dan Kitab Pengetahuan Bahasa menjadi bagian penting dari warisan intelektual yang menghubungkan Kepri dengan perjalanan bahasa Melayu yang kemudian menjadi salah satu fondasi bahasa Indonesia.
Kita mengetahui bahwa bahasa Indonesia kemudian menjadi salah satu alat pemersatu bangsa. Dari sini ada sebuah pelajaran penting yang relevan untuk Kepri hari ini: sesuatu yang besar dapat dibangun ketika perbedaan disatukan dalam satu tujuan.
Belajar dari kata “pemersatu” itulah, kita ingin melihat sisi lain pembangunan Kepri, khususnya dalam membangun kekuatan ekonomi dan iklim investasi.
Ekonomi Kepri akan tumbuh lebih kuat apabila ditopang oleh kerja sama seluruh elemen. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi, pekerja, dan berbagai pemangku kepentingan perlu berada dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Salah satu bagian penting dari ekosistem tersebut adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehat, aman, dan memberikan kepastian.
Saya ingin menekankan bahwa persatuan dan investasi merupakan dua hal yang penting dalam membangun daerah. Investasi tidak tumbuh hanya karena sebuah daerah memiliki potensi. Investasi juga membutuhkan kepercayaan, kepastian, kemudahan, keamanan, serta hubungan yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Karena itu, investasi ke depan di Kepri diharapkan dapat terus tumbuh, terutama investasi pada sektor-sektor yang mampu menciptakan nilai tambah dan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan demikian, investasi tidak hanya berbicara tentang masuknya modal, tetapi juga tentang terbukanya lapangan pekerjaan, tumbuhnya usaha masyarakat, meningkatnya aktivitas ekonomi, dan semakin luasnya kesempatan bagi anak-anak muda Kepri untuk berkarya di daerahnya sendiri.
Investasi yang sehat harus dibangun dengan semangat persatuan. Karena itu, kita perlu melihat pembangunan dengan cara pandang yang lebih jauh ke depan. Jangan sampai investasi hanya dilihat dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
Perputaran ekonomi membutuhkan ekosistem. Ekosistem membutuhkan kepercayaan. Dan kepercayaan membutuhkan kebersamaan.
Di sinilah semangat bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dapat kita refleksikan kembali dalam konteks pembangunan Kepri. Jika dahulu bahasa mampu menjadi jembatan yang menyatukan keberagaman, maka hari ini semangat persatuan itu dapat kita hadirkan dalam membangun kerja sama ekonomi.
Kepri memiliki posisi strategis, potensi maritim, sumber daya manusia, sejarah, budaya, serta kedekatan dengan kawasan ekonomi regional. Semua itu akan menjadi lebih berarti apabila dikelola dengan semangat yang sama: menyatukan kekuatan untuk membangun masa depan.
Maka, memasuki usia 24 tahun, Kepri tidak hanya perlu bertanya tentang berapa besar investasi yang telah masuk, tetapi juga bagaimana menciptakan iklim investasi yang semakin dipercaya, semakin terbuka, semakin kolaboratif, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu saya percaya ekonomi kepri semakin tumbuh kedepannya sebab, jika kita belajar sebagaimana bahasa Indonesia dibangun dari semangat untuk menyatukan. Maka investasi hijau itu pembangunan ekonomi Kepri dengan semangat yang sama yaitu menyatukan kepentingan, menyatukan potensi, dan menyatukan langkah dalam menjemput kemajuan yang berkelanjutan sesuai tema HUT KEPRI 24 Dari Penyengat, Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan.
Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau 24 September 2002 – 24 September 2026, Kita berdoa bersama, bersatu bersama dan makmur serta sejahterara bersama.