Kilasriau.com, Banda Aceh — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh turut terlibat dalam pembahasan terkait sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dalam audiensi General Manager PT Angkasa Pura Bandara SIM bersama Wakil Gubernur Aceh, Rabu (23/9).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh tersebut turut dihadiri sejumlah instansi yang memiliki peran dalam penyelenggaraan, pengawasan, keamanan, dan pelayanan di Bandara SIM.
Selain Kanwil DJBC Aceh, hadir pula perwakilan Dinas Perhubungan Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Aceh.
Kehadiran lintas instansi dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi dalam melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan keamanan dan kelancaran aktivitas di Bandara Sultan Iskandar Muda. Masing-masing instansi memiliki tugas dan kewenangan yang saling melengkapi dalam mendukung penyelenggaraan layanan serta pengawasan di lingkungan bandara.
Bagi Bea Cukai, Bandara Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu simpul penting dalam pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai di Aceh, khususnya dalam pengawasan lalu lintas barang dan penumpang dari dan ke luar daerah pabean. Pelaksanaan tugas tersebut membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan aspek pengawasan dan pelayanan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan.
Melalui keterlibatan dalam koordinasi lintas instansi, Kanwil DJBC Aceh terus mendukung terciptanya penyelenggaraan layanan dan pengawasan yang selaras dengan peran masing-masing instansi di Bandara Sultan Iskandar Muda.