Kilasriau.com, Banda Aceh — Bea Cukai Lhokseumawe terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Senin (21/9), untuk memperkuat pemahaman mengenai ketentuan dan persyaratan pengawasan obat dan makanan bagi UMKM binaan Klinik Ekspor Bea Cukai Lhokseumawe.
Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe diwakili oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Vicky Fadian. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, S.Farm., Apt., M.Sc., didampingi Maunizar, S.Farm., Apt., Ketua Tim Penyidikan dan Cegah Tangkal PFM Ahli Madya, serta Muhibuddin, S.TP., Ketua Tim Sertifikasi BBPOM di Banda Aceh.
Pertemuan membahas berbagai aspek pengawasan dan persyaratan yang perlu dipenuhi pelaku UMKM, khususnya yang bergerak pada sektor obat dan makanan dan memiliki orientasi untuk memasuki pasar ekspor.
Pemenuhan standar keamanan dan mutu produk menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan UMKM sebelum memperluas pemasaran ke pasar internasional. Karena itu, pemahaman terhadap ketentuan sektoral sejak tahap produksi hingga ekspor menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan pelaku usaha.
Melalui Klinik Ekspor, Bea Cukai Lhokseumawe memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang memiliki potensi untuk mengembangkan pasar ke luar negeri. Sinergi dengan BBPOM di Banda Aceh diharapkan dapat memperkaya informasi yang diberikan kepada pelaku usaha, khususnya terkait aspek keamanan, mutu, sertifikasi, dan persyaratan produk obat dan makanan.
“Penguatan sinergi dengan BBPOM menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada UMKM. Pelaku usaha tidak hanya perlu memahami aspek kepabeanan dalam proses ekspor, tetapi juga harus memastikan produk yang dihasilkan memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan persyaratan negara tujuan,” ujar Vicky.
Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembinaan UMKM yang semakin terintegrasi. Dengan informasi dan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat mempersiapkan produk sejak awal agar memenuhi standar yang dipersyaratkan dan memiliki daya saing di pasar internasional.
Bagi Bea Cukai Lhokseumawe, fasilitasi UMKM berorientasi ekspor merupakan bagian dari upaya mendorong produk lokal agar memiliki akses pasar yang lebih luas. Sementara itu, sinergi dengan instansi teknis seperti BBPOM menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan produk dari sisi regulasi dan standar yang berlaku.
Melalui kolaborasi tersebut, produk UMKM Aceh diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga semakin siap untuk menembus pasar global dengan mengedepankan aspek keamanan, mutu, kepatuhan, dan daya saing.