Kilasriau.com - Saat mengikuti Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dwi Budianto, menyatakan komitmen dalam memperluas pemerataan infrastruktur kelistrikan ke seluruh pelosok daerah.
Melalui Program Lisdes yang merupakan kerja sama Kementerian ESDM dengan PT PLN (Persero), Pemkab Inhil menargetkan seluruh dusun dan wilayah segera menikmati aliran listrik secara merata.
Usulan Roadmap listrik pun disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhil, Dwi Budianto, mengingat masih dijumpai banyak dusun yang belum teraliri listrik.
"Terdapat 38 desa dan 117 dusun belum teraliri listrik stabil, artinya masih ada yang menggunakan diesel. Maka, kami mengusulkan 10 kecamatan, dengan dusun terbanyak berada di Kecamatan Pelangiran dan Tembilahan Hulu," tutur Dwi Budianto mewakili Bupati, dalam rapat yang berlangsung di Aula Kantor PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri, Jl. Musyawarah, Pekanbaru, pada Rabu (16/9).
Dalam menentukan daerah mana yang diutamakan, menurut Bupati Inhil haruslah berdasarkan prinsip kebermanfaatan, bukan kemudahan akses.
"Contohnya di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, merupakan pemukiman padat penduduk yang berada di kawasan pesisir. Karena jumlah rumah tangga di desa ini sangat signifikan, hendaknya masuk ke daftar prioritas tanpa alasan terhambat oleh kendala geografis perairan," lanjut Asisten II.
Untuk mendukung diterimanya usulan tersebut, Pemkab Inhil tengah berupaya melengkapi data koordinat dan kelengkapan lainnya. Diharapkan Bupati dari pertemuan ini, keadilan energi dapat menyentuh seluruh wilayah Inhil.