Kilasriau.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) terus menggesa penyelesaian dan pemanfaatan kawasan Islamic Center Inhil. Upaya percepatan dilakukan melalui pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Islamic Center serta penguatan sinergi dengan pihak swasta dan masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri langsung Bupati Inhil bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil Tantawi Jauhari dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dalam rapat tersebut, perbaikan tahap awal difokuskan pada kubah dan atap masjid untuk mengatasi kebocoran, serta pembenahan tempat wudu, sistem kelistrikan dan fasilitas mekanikal.
Bupati Inhil Herman mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan agar masjid di kawasan Islamic Center dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan.
“Prioritas awal kita adalah memperbaiki kubah dan atap masjid, kemudian tempat wudu serta fasilitas elektrikal dan mekanikal,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemkab Inhil telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan. Tiga perusahaan, yakni PT Untung Idaman Nusa, Sambu Group dan PT Oscar Group, telah menyatakan komitmen menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan Islamic Center.
“Tentunya kita membuka ruang bagi perusahaan maupun masyarakat yang ingin berkontribusi. Kebutuhan pembangunan akan dipetakan secara terperinci agar dukungan yang diberikan dapat tepat sasaran,” tambahnya.
Selain dukungan CSR, masyarakat juga dapat berkontribusi melalui infak, sedekah dan wakaf. Untuk memastikan pengelolaan dana berjalan akuntabel, telah disiapkan rekening khusus Tim Percepatan yang dikelola bendahara. Seluruh penerimaan dan penggunaan dana akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Pemkab Inhil menargetkan masjid dapat mulai difungsikan dalam waktu satu hingga dua bulan setelah perbaikan kubah selesai, tanpa harus menunggu seluruh kawasan rampung 100 persen. Pelaksanaan salat lima waktu nantinya melibatkan masyarakat, anak-anak sekolah, guru dan pekerja di sekitar kawasan, serta didukung kegiatan gotong royong dan pengamanan secara bersama.
“Masjid diharapkan sudah dapat difungsikan sambil proses penyempurnaan kawasan terus berjalan. Untuk keseluruhan kawasan Islamic Center, kita menargetkan dapat rampung dan beroperasi penuh paling lambat dalam waktu dua tahun,” pungkasnya.