Dari Gemerlap ke Gelap Gulita: “Malioboro” Perawang Kini Tak Lagi Seindah Dulu

Siak, Kilasriau.com Kawasan Jalan Minas–Perawang Km 10, Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang dikenal masyarakat sebagai “Malioboro-nya Perawang”, kini tampak kehilangan pesonanya pada malam hari. Sejumlah fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu hias di kawasan tersebut terlihat tidak menyala, membuat ruang publik yang biasanya semarak berubah lebih gelap, Minggu malam (13/9/2026).

Kondisi itu terlihat di kawasan trotoar dan median jalan, khususnya di depan Kantor Camat Tualang. Berbeda dengan deretan ruko dan tempat usaha di salah satu sisi jalan yang masih memancarkan cahaya, bagian median serta trotoar justru tampak minim penerangan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bukan hanya lampu hias bergaya klasik di sisi trotoar yang tidak menyala. Lampu PJU utama yang berada di tengah median jalan juga terlihat padam, sehingga penerangan di sejumlah titik kawasan menjadi sangat terbatas.

Padahal, kawasan tersebut pada malam hari cukup ramai dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai bersama keluarga. Sejumlah warga dan anak-anak terlihat menjadikan area trotoar sebagai ruang untuk melepas penat, sementara di sisi lainnya kendaraan terus melintas di ruas jalan yang menjadi jalur penghubung Minas–Perawang.

Bagi warga, kondisi minim penerangan bukan sekadar persoalan keindahan kota. Keberadaan lampu di kawasan tersebut juga dinilai berkaitan dengan kenyamanan dan rasa aman masyarakat yang menggunakan ruang publik, terlebih lokasi berada berdekatan dengan jalur lalu lintas.

Salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa lebih waswas ketika membawa anaknya berada di kawasan tersebut dalam kondisi gelap.

“Dulu waktu lampu hiasnya menyala semua, tempat ini terasa hidup dan nyaman sekali bawa anak-anak duduk di sini. Sekarang kalau gelap begini malah ngeri, kita jadi was-was sendiri sama keselamatan anak-anak karena posisinya kan persis di pinggir jalan raya lintas yang ramai kendaraan,” ujarnya kepada media.

Kekhawatiran lain juga disampaikan pengunjung mengenai kondisi penerangan di kawasan yang dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan bertonase besar. Menurut warga, penerangan yang memadai diperlukan agar aktivitas masyarakat di sekitar trotoar maupun keberadaan pejalan kaki lebih mudah terlihat pada malam hari.

“Kalau gelap begini rawan sekali terjadi penjambretan atau tindakan kriminal lainnya. Kami sebagai warga berharap pemerintah atau dinas terkait jangan cuma bisa membangun, tapi tolong dirawat juga. Jangan tunggu ada korban jiwa atau kejadian buruk dulu baru lampunya diperbaiki,” tegasnya.

Warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari instansi yang memiliki kewenangan. Selain untuk mengembalikan fungsi penerangan, perbaikan dinilai penting agar kawasan yang telah menjadi salah satu ruang publik masyarakat Tualang itu kembali nyaman dan hidup pada malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, perhatian warga tertuju pada langkah pihak berwenang dalam memastikan penyebab padamnya fasilitas PJU tersebut serta tindak lanjut perbaikannya. Media akan terus memantau perkembangan dan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait mengenai kondisi penerangan di kawasan “Malioboro” Perawang tersebut.


Baca Juga