HUT Dewa dan Kelenteng ke-24 Huat Cu Kong Perawang Bergemuruh. Ritual Dewa, Artis, Lelang hingga Dua Motor Jadi Daya Tarik

Siak, Kilasriau.com Denting musik, gemerlap lampion, letusan kembang api dan dominasi warna merah mewarnai perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke-24 Huat Cu Kong Perawang. Namun, di balik kemeriahan panggung hiburan dan ramainya masyarakat yang hadir, terselip makna spiritual melalui rangkaian ritual keagamaan yang menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Perayaan yang berlangsung pada 3 hingga 4 September 2026 tersebut dipusatkan di Kelenteng Huat Cu Kong, Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, menyaksikan penampilan artis, mengikuti lelang hingga menantikan pengundian berbagai hadiah doorprize.

Ketua Panitia HUT Dewa dan Kelenteng ke-24 Huat Cu Kong Perawang, Aseng Belut, mengatakan perayaan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi serta menjalankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan umat.

“Perayaan ini menjadi momentum bagi kami untuk berkumpul bersama, mempererat silaturahmi dan menjaga tradisi yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Aseng Belut kepada awak media, Jum'at (4/9/2026) malam.

Pada hari pertama, suasana perayaan berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang berjalan beriringan. Di tengah kemeriahan masyarakat yang menikmati panggung hiburan, rangkaian ritual pemanggilan atau penjemputan dewa-dewa juga dilaksanakan dengan penuh khidmat.

Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan. Ritual dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap dewa yang diyakini dalam tradisi keagamaan masyarakat Tionghoa.

Rangkaian ritual berlangsung dalam suasana khidmat. Bagi umat yang menjalankannya, prosesi tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari tradisi spiritual yang mengandung doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, ketenteraman serta keberkahan.

Pada saat yang sama, kemeriahan juga terasa dari panggung hiburan. Sejumlah artis tampil mengisi rangkaian perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke-24 Huat Cu Kong Perawang, di antaranya Billy Lim, Lo Xiao Ci, Yenny Huang, Yerin Wang, Lee Jia Jia, Angerlyn Song dan Jojo.

Di antara sederet nama tersebut, Lee Jia Jia menjadi salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu masyarakat. Antusiasme penonton semakin terasa ketika waktu penampilannya semakin dekat, menjadikan kehadiran Lee Jia Jia sebagai salah satu momen yang mendapat perhatian dalam rangkaian acara.

Kemeriahan semakin terasa ketika letusan kembang api menghiasi langit malam di sekitar lokasi perayaan. Cahaya warna-warni yang berpijar di langit berpadu dengan gemerlap lampion dan sorak masyarakat, menambah semarak suasana perayaan.

Aguan, yang turut terlibat dalam rangkaian kegiatan, menyampaikan bahwa kemeriahan perayaan tahunan ini diharapkan tetap berjalan beriringan dengan nilai-nilai tradisi dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Semoga perayaan ini dapat terus menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi, sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tionghoa,” ucap Aguan.

Yang membuat suasana semakin meriah, panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize. Hadiah yang disiapkan cukup beragam, mulai dari dispenser, magic com, Kipas Angin, AC hingga kulkas.

Namun, perhatian masyarakat paling tertuju pada dua unit sepeda motor yang menjadi hadiah utama. Pengundian hadiah tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinanti karena memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hadir untuk membawa pulang hadiah bernilai besar.

Selain doorprize, rangkaian kegiatan juga diisi dengan acara lelang. Kehadiran lelang menambah semarak suasana sekaligus memberikan warna berbeda dalam perayaan yang memadukan unsur tradisi, keagamaan dan hiburan tersebut.

Bagi masyarakat yang hadir, perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke-24 Huat Cu Kong Perawang menjadi lebih dari sekadar sebuah acara hiburan. Ritual keagamaan menjadi ruang untuk menjalankan tradisi dan penghormatan, sementara panggung hiburan serta berbagai kegiatan masyarakat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan.

Perayaan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai penghormatan terhadap tradisi dan keyakinan tetap menjadi bagian penting, sementara hiburan menjadi pelengkap yang membuat perayaan semakin hidup dan dapat dinikmati bersama.

Aseng Belut dan Aguan berharap perayaan HUT Dewa dan Kelenteng Huat Cu Kong Perawang dapat terus menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan dan mempertahankan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dari ritual keagamaan yang berlangsung khidmat hingga gemerlap panggung hiburan, letusan kembang api dan semarak masyarakat, perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke-24 Huat Cu Kong Perawang akhirnya menjadi sebuah perhelatan yang mempertemukan tradisi, spiritualitas, budaya dan kebersamaan masyarakat dalam satu rangkaian acara.


Baca Juga