Kilasriau.com – Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad melaksanakan penyuluhan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (29/8/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) Pasis Dikreg LXVIII Seskoad yang diarahkan untuk mengkaji sekaligus mendorong peningkatan kolaborasi Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dengan stakeholder terkait dalam penanggulangan bencana Karhutla.
Kegiatan dihadiri oleh Camat Rengat Barat Yanti Elfina, Kepala Desa Redang Edi Suparman, Patun Seskoad Kolonel Kav Jacob Patty, Dosen Seskoad Kolonel Inf Mokoginta, serta para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Camat Rengat Barat dan Kepala Desa Redang. Selanjutnya, Mayor Inf Bagus menyampaikan materi penyuluhan mengenai pencegahan dan dampak Karhutla kepada masyarakat.
Dalam penyuluhan tersebut ditekankan pentingnya menghindari praktik pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi, serta keberlangsungan ekosistem.
Melalui pendekatan edukatif tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan merupakan langkah strategis dalam penanggulangan Karhutla. Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila dilaksanakan secara terpadu melalui sinergi antara Satkowil, pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi terkait, dan seluruh komponen masyarakat.
Dalam konteks KKL Wilhan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor. Penanggulangan Karhutla tidak dapat dilaksanakan secara parsial oleh satu institusi, tetapi membutuhkan koordinasi, komunikasi, pembagian peran, serta keterlibatan aktif seluruh stakeholder mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, penanganan hingga pemulihan.
Keberadaan Satkowil di tengah masyarakat memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya tersebut, khususnya dalam membangun komunikasi sosial, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait guna menciptakan sistem penanggulangan Karhutla yang responsif dan berkelanjutan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Redang semakin memahami bahaya Karhutla serta memiliki kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pada saat yang sama, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Satkowil dan stakeholder dalam membangun ketangguhan wilayah menghadapi potensi bencana Karhutla.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0302/Inhu tersebut membawa pesan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terpelihara dan udara yang sehat merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
“PERKUAT KOLABORASI, CEGAH KARHUTLA, JAGA LINGKUNGAN UNTUK GENERASI PENERUS BANGSA.”