Kilasriau.com – Bentuk kepedulian dan pelayanan cepat ditunjukkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Indragiri Hilir dengan melakukan kunjungan langsung (layanan proaktif) kepada peserta yang tengah menjalani perawatan akibat kecelakaan kerja di Rumah Sakit 3M Plus Tembilahan.
Peserta tersebut mengalami insiden naas saat menjalankan pekerjaannya sebagai petani. Peristiwa terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB. Saat itu, korban bersama istri dan anak tengah memanen kelapa di kebun miliknya yang berlokasi di Jl. Lingkar 3 RT 01 RW 01, Kelurahan Pekan Arba. Korban memanjat pohon kelapa seperti aktivitas rutin harian, namun mendadak terjatuh dari ketinggian.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera serius pada bagian paha, pinggang, dan dada hingga tidak mampu duduk maupun berdiri. Keluarga bersama warga sekitar langsung bergotong-royong menggotong korban dari area perkebunan menuju rumah sebelum akhirnya dilarikan ke RS 3M Plus Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Korban diketahui baru terdaftar sebagai peserta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sejak tiga bulan lalu melalui wadah Agen Perisai atas nama Pak Yulizar.
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan peserta mendapatkan hak layanan pengobatan secara maksimal tanpa khawatir mengenai penanganan biaya. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Indragiri Hilir menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus memberikan penguatan moral kepada korban dan keluarga.

"Kami menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah kecelakaan kerja yang dialami oleh peserta kami. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa negara hadir memberikan perlindungan penuh. Seluruh biaya perawatan dan pengobatan peserta di Rumah Sakit 3M Plus Tembilahan akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai peserta dinyatakan sembuh total tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis," ujar Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Indragiri Hilir Bp. Wahyu Wibowo.
Ia juga menambahkan pentingnya kepesertaan bagi para pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) seperti petani, pekerja mandiri, dan pedagang. Keikutsertaan peserta melalui Agen Perisai Pak Yulizar tiga bulan lalu terbukti menjadi penjamin finansial yang sangat krusial saat risiko kerja yang tidak terduga seperti ini terjadi.