Reses DPRD Inhil di Pekan Arba, Warga Sampaikan Aspirasi Infrastruktur, Kesehatan hingga Pariwisata

Kilasriau.com — Kegiatan reses dan penyerapan aspirasi masyarakat Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Edy Indra Kesuma, di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat, Ahad (23/8/26). 

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan dan usulan pembangunan, mulai dari jaminan kesehatan, infrastruktur, penerangan jalan, pemakaman umum, Stadiun bola, hingga pengembangan potensi wisata.

Lurah Pekan Arba, Rahmad Hadi, dalam penyampaiannya mengatakan wilayah yang dipimpinnya terus mengalami perkembangan. Pekanherba disebut memiliki luas sekitar 19.100 hektare dengan wilayah yang membentang dari Parit 13 hingga Parit 6 dan jumlah penduduk mencapai sekitar 13.000 jiwa.

Menurut Rahmad, pertumbuhan penduduk di Pekan Arba cukup pesat, salah satunya karena wilayah tersebut dinilai semakin aman dari persoalan banjir setelah dilakukan pembersihan sejumlah saluran air.

“Tiga saluran sudah kita bersihkan, masih ada tiga lagi yang sedang kita upayakan. Harapan kita seluruh lahan pertanian dan akses jalan bisa berfungsi dengan baik,” ujar Rahmad.

Ia juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih menjadi perhatian masyarakat, di antaranya pemasangan jaringan listrik. Sekitar 100 tiang listrik telah terpasang, namun masih terdapat wilayah yang belum terjangkau, khususnya kawasan Pak Dian.

Selain itu, masih terdapat saluran Ganggang yang belum sepenuhnya disemen dan diselesaikan.

Rahmad menegaskan, berbagai persoalan tersebut disampaikan bukan sebagai bentuk keluhan terhadap pemerintah, melainkan sebagai aspirasi dan harapan masyarakat agar pembangunan di Pekanherba terus berlanjut.

“Yang kami sampaikan bukan untuk menyalahkan atau menyudutkan pihak mana pun. Ini suara hati masyarakat yang ingin Pekan Arba terus maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur, Rahmad juga mendorong agar potensi alam Pekan Arba mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Ia menyebut di wilayah ujung Pekan Arba telah terbentuk kelompok Perhutanan Sosial yang mengembangkan lahan sagu. Saat ini sekitar enam hektare telah ditanami sagu dan sekitar 24 hektare lainnya sedang dalam proses penggarapan.

Menurutnya, kawasan tersebut juga memiliki potensi hutan mangrove yang dapat dikembangkan menjadi wisata ekologis.

“Harapan kami Pekan Arba tidak hanya dikenal dengan Sampan Leper yang mulai hilang jejaknya. Kita juga memiliki hutan mangrove dan kebun sagu yang bisa dikembangkan menjadi wisata ekologis,” ungkapnya.

Rahmad berharap dukungan pemerintah dapat diberikan agar kawasan tersebut ke depan dapat ditetapkan dan dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Inhil.

“Kami dari kelurahan siap mendukung sepenuhnya apabila program pengembangan wisata ini mendapat perhatian,” tambahnya.

Dalam sesi penyerapan aspirasi, persoalan pelayanan jaminan kesehatan kembali menjadi salah satu isu utama yang disampaikan masyarakat.

Ketua RT 003 RW 006, Ema Adi Haryansyah, mengatakan persoalan BPJS selalu muncul setiap kali kegiatan reses dilaksanakan di Pekanherba.

Ia mengungkapkan, sejumlah warga telah mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) melalui kelurahan untuk mendapatkan akses jaminan kesehatan. Namun, menurutnya, persoalan muncul ketika dokumen tersebut diteruskan ke Dinas Sosial.

“Ada warga yang sudah menunggu sampai dua tahun lebih, tetapi kartu BPJS-nya belum juga terbit. Dalam satu bulan bisa sampai 10 orang yang mengajukan, tetapi prosesnya masih terhenti,” ungkap Ema.

Menanggapi hal tersebut, Edy Indra Kesuma mengatakan masyarakat tidak perlu takut mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun kepesertaan BPJS belum aktif atau belum terdaftar.

Ia menjelaskan masyarakat dapat mendatangi kantor kelurahan untuk mendapatkan bantuan administrasi dan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan panik kalau BPJS belum terdaftar atau tidak aktif. Segera temui lurah dan sampaikan kondisinya. Jangan sampai masyarakat takut berobat hanya karena khawatir tidak mampu membayar,” kata Edy.

Edy juga menekankan pentingnya program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk melalui Universal Health Coverage (UHC).

Menurutnya, pemerintah harus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan ketika membutuhkan.

Dalam reses tersebut, Edy meminta masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi secara lisan, tetapi juga melengkapi setiap usulan pembangunan dengan proposal.

Ia mengatakan proposal diperlukan agar setiap kebutuhan masyarakat dapat dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan.

“Kalau saya pulang tanpa membawa usulan masyarakat, berarti saya gagal menjalankan tugas. Tetapi setiap usulan harus dilengkapi proposal agar bisa dimasukkan dalam daftar usulan,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak hanya mengajukan satu kebutuhan pembangunan.

Menurut Edy, semakin banyak usulan yang disampaikan, semakin besar pula peluang sebagian usulan tersebut dapat diperjuangkan melalui berbagai jalur penganggaran.

“Jangan hanya mengajukan satu usulan. Sampaikan sebanyak-banyaknya, seperti pengecoran jalan, perbaikan jembatan, renovasi masjid, saluran air dan kebutuhan lainnya. Nanti kita perjuangkan sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran,” katanya.

Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah pembangunan tribun di Lapangan Purban yang digunakan klub sepak bola Bandar Yaman.

Ketua RW setempat mengatakan masyarakat telah memperoleh tanah hibah untuk pembangunan tribun dengan ukuran sekitar 15 meter x 9 meter atau sekitar 135 meter persegi.

Warga berharap pembangunan tribun dapat mendukung kegiatan olahraga dan turnamen sepak bola yang selama ini telah dilaksanakan.

Menanggapi usulan tersebut, Edy meminta pengurus segera menyerahkan proposal secara resmi agar dapat dimasukkan dalam daftar usulan pembangunan Tahun Anggaran 2027.

“Kita masukkan dalam daftar usulan untuk 2027. Tetapi saya juga harus menyampaikan secara terbuka, jangan kecewa kalau belum mendapat alokasi. Kondisi keuangan daerah juga sedang menghadapi berbagai keterbatasan,” jelasnya.

Ia memastikan apabila belum terealisasi pada 2027, usulan tersebut dapat kembali diperjuangkan pada tahun berikutnya.

Aspirasi lainnya datang dari warga RT 002 terkait kondisi bangunan pesanggrahan di kawasan pemakaman umum Pekan Arba.

Warga menyebut bangunan tersebut sudah mengalami kerusakan cukup parah. Tiang penyangga disebut telah turun, bagian bangunan mengalami kerusakan, atap seng rusak dan kawasan tersebut belum memiliki aliran listrik.

Warga menjelaskan kebutuhan renovasi bukan untuk membangun gedung baru, melainkan memperbaiki bangunan yang sudah ada. Perkiraan kebutuhan anggaran disebut sekitar Rp7 juta.

Menanggapi hal itu, Edy menyatakan kesediaannya membantu renovasi tersebut.

“Saya siap membantu. Kalau kebutuhannya sekitar Rp7 juta, mari kita selesaikan bersama,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Edy menyatakan akan memberikan bantuan sebesar Rp5 juta, sementara kekurangannya diharapkan dapat dipenuhi melalui gotong royong masyarakat. Pelaksanaan renovasi direncanakan sekitar 19–21 September 2026.

Warga juga menyampaikan kebutuhan penerangan jalan di bagian ujung Pekan Arba yang dinilai masih minim.

Selain itu, masyarakat meminta perhatian terhadap persoalan sampah karena tempat pembuangan yang ada kerap menimbulkan sampah berserakan dan mengganggu pengguna jalan.

Menanggapi hal tersebut, Edy meminta pemerintah kelurahan memperhatikan persoalan kebersihan dan mengatur pengelolaan sampah.

Sementara untuk penerangan jalan, ia mendorong pihak kelurahan segera mengajukan permohonan pemasangan lampu penerangan jalan kepada pihak terkait.

Di akhir penyampaiannya, Lurah Pekan Arba Rahmad Hadi merangkum tiga harapan utama masyarakat kepada pemerintah.

Pertama, keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Kedua, pengembangan Pekan Arba sebagai kawasan wisata berbasis potensi mangrove dan sagu. Ketiga, penataan dan penyelesaian fasilitas pemakaman umum, termasuk akses jalan menuju lokasi pemakaman.

Rahmad berharap seluruh aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian dan masuk dalam agenda pembangunan pemerintah daerah.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin Pekan Arba terus bergerak maju. Kalau kita bergandengan tangan, insyaallah apa yang menjadi harapan masyarakat bisa diwujudkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Edy memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat oleh timnya untuk kemudian diperjuangkan sesuai kewenangan, mekanisme perencanaan, dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.


Baca Juga