Percepatan Tanpa Cacat Karakter: Belajar dari Gerakan Pramuka

Kilasriau.com - Sebentar lagi Indonesia memasuki HUT RI ke-81. Sungguh, ini bukanlah ukuran usia yang sedang ditakar. Tetapi kita sedang menyusun koreksi, check and balance: seberapa banyak yang sudah mampu kita berikan dan sumbangsihkan untuk memajukan negara ini, seberapa banyak kekayaan sumber daya yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan seberapa banyak yang kita siapkan untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan di era disrupsi yang kian tak terprediksi.


Delapan puluh satu tahun kemerdekaan seharusnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga kesempatan untuk melihat sejauh mana kita menyiapkan masa depan. Sebab, kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan yang begitu besar pada akhirnya akan diteruskan oleh generasi yang kita siapkan hari ini.
 

Satu langkah penting yang dapat kita lihat hari ini adalah mereka yang terus meletakkan pondasi-pondasi dasar pada generasi yang memiliki harapan lebih panjang untuk meneruskan estafet perjalanan bangsa dan negara ini, yaitu penanaman karakter, etika dan moral, kedisiplinan, kemandirian, serta semangat kepedulian untuk mengabdi dan berkontribusi bersama yang hidup dan tumbuh di Gerakan Pramuka.
 

Ibarat tunas muda, ia akan sehat dan tumbuh sebab pemupukan akar terus dilakukan. Tunas yang tumbuh membutuhkan akar yang kuat agar mampu bertahan ketika menghadapi perubahan dan berbagai tantangan. Begitu pula generasi muda kita. Mereka membutuhkan pondasi yang kuat agar kecerdasan, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dapat tumbuh menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.
 

Hal ini menyalakan harapan yang besar bagi masa depan Indonesia, karena kecerdasan memang tidak akan cukup tanpa penanaman akar-akar sebagai pondasi dalam tunas kelapa, penanaman budaya luhur, nilai-nilai spiritual, dan semangat kebersamaan yang akan mengokohkan prinsip-prinsip dalam bernegara.
 

Kita tidak sedang memilih antara kecerdasan dan karakter. Kita membutuhkan keduanya. Generasi yang cerdas pikirannya sekaligus kuat karakternya. Generasi yang mampu menguasai teknologi dan melahirkan inovasi, tetapi tetap memiliki etika, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
 

Kecerdasan tanpa hal ini hanya akan menghancurkan cita-cita negara. Inovasi tanpa nilai-nilai hanya akan merugikan pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan yang tidak disertai tanggung jawab pada akhirnya dapat melahirkan persoalan baru. Karena itu, pembangunan ke depan tidak bisa dipisahkan dengan semangat untuk memupuk nilai-nilai yang akan menguatkan tumbuhnya inovasi.
 

Bagi saya, inilah salah satu alasan mengapa Gerakan Pramuka tetap relevan di tengah perubahan zaman. Pramuka bukan sekadar kegiatan yang hadir setiap tanggal 14 Agustus. Di dalamnya terdapat proses belajar untuk bertanggung jawab, hidup mandiri, bekerja sama, menghargai sesama, mencintai lingkungan, serta membangun keberanian untuk mengabdi dan memberikan manfaat.


Ke depannya, Kabupaten Bintan memiliki tiga agenda yang mesti dikuatkan.
Pertama, mendukung seluruh gerakan masyarakat yang mempedulikan pembentukan karakter generasi muda daerah. Gerakan Pramuka, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, keagamaan, olahraga, seni dan berbagai kegiatan positif lainnya harus terus diberi ruang untuk tumbuh. Anak-anak muda membutuhkan lingkungan yang sehat untuk belajar, berinteraksi, menemukan potensi, sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap daerahnya.


Kedua, menguatkan peran sekolah sebagai orang tua kedua yang banyak berinteraksi langsung dengan generasi putra daerah untuk memberikan contoh, mendidik dan mengayomi, guna mendukung tumbuh kembangnya generasi-generasi terbaik daerah. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga tempat anak belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, menghargai perbedaan dan membangun hubungan dengan orang lain.


Ketiga, menguatkan dukungan program yang menyentuh aspek rumah tangga, pendidikan lingkungan keluarga, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, dan penguatan lingkungan keluarga untuk menjalin hubungan baik dengan sekolah agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga dan sekolah tanpa terputus.


Ketiga hal ini tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Pembentukan karakter membutuhkan lingkungan yang saling menguatkan. Apa yang ditanamkan di rumah perlu mendapat penguatan di sekolah dan masyarakat. Begitu juga sebaliknya, pendidikan di sekolah akan lebih kuat ketika mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh.


Kita sering berbicara tentang pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, investasi, teknologi dan berbagai bentuk percepatan pembangunan. Semua itu penting dan harus terus dilakukan. Tetapi ada satu pertanyaan yang tidak boleh kita lupakan: siapa yang akan mengelola semua kemajuan itu di masa depan?
Jawabannya adalah generasi yang sedang kita bentuk hari ini.


Karena itu, percepatan pembangunan harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Kita ingin Bintan tumbuh lebih maju, tetapi tidak kehilangan karakter. Kita ingin generasi mudanya mampu bersaing, tetapi tetap memiliki kepedulian. Kita ingin mereka menguasai teknologi, tetapi tetap memiliki etika. Kita ingin mereka berani berinovasi, tetapi memahami bahwa setiap karya harus memberikan manfaat.
Di sinilah semangat kepramukaan menemukan tempatnya. 

Nilai-nilai yang ditanamkan melalui Pramuka merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk menyiapkan generasi yang bukan hanya mampu menghadapi masa depan, tetapi juga mampu memberikan arah bagi masa depan.


Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, mari kita tidak hanya bertanya apa yang sudah kita bangun, tetapi juga bertanya manusia seperti apa yang sedang kita siapkan untuk melanjutkannya.


Sebab pembangunan yang baik bukan hanya meninggalkan bangunan, jalan, investasi atau pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang baik juga meninggalkan manusia-manusia yang memiliki karakter, pengetahuan, kepedulian dan kemampuan untuk melanjutkan apa yang telah kita mulai.
Kita boleh bergerak cepat mengejar kemajuan namun kehilangan akar dalam  percepatan pembangunan akan melahirkan cacat karakter.
Selamat Hari Pramuka ke-65.


Semoga semangat kepramukaan terus tumbuh dalam diri generasi muda Kabupaten Bintan, menjadi kekuatan yang mengakar dalam sanubari dan terus tumbuh seperti tunas muda yang membawa agin segar swasempada generasi emas yang siap membangun daerah serta Indonesia 
Salam Pramuka!**
 


Baca Juga