Kilasriau.com – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Malaysia melaksanakan kegiatan International Community Service 2026 melalui program bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Literasi Edu-Ekowisata Berbasis Proklim di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang."
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung implementasi Program Kampung Iklim (Proklim).
Ketua Tim PKM, Ezky Tiyasiningsih, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Kelurahan Senggarang memiliki potensi wisata alam, budaya, dan sejarah yang sangat besar, namun masih memerlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata yang berorientasi pada keberlanjutan.
"Melalui kolaborasi internasional ini kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi wisata lokal secara lebih profesional dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Edu-ekowisata berbasis Proklim diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim," ujarnya.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama diawali dengan Kick-Off Meeting dan sosialisasi program yang dihadiri oleh tim dosen dan mahasiswa UMRAH bersama delegasi Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, pemerintah Kelurahan Senggarang, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pada tahap ini dilakukan penyamaan persepsi mengenai tujuan program, pengenalan konsep edu-ekowisata berbasis Proklim, serta diskusi mengenai potensi dan tantangan pengembangan wisata di Kelurahan Senggarang.
Tahap kedua dilaksanakan melalui kegiatan edukasi lapangan dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan di Kelurahan Senggarang, salah satunya Klenteng Amoy yang merupakan ikon wisata sejarah dan budaya. Peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai sejarah kawasan tersebut, keberagaman budaya masyarakat, serta potensi wisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai ekosistem mangrove, fungsi ekologisnya sebagai pelindung pesisir, penyerap karbon, habitat biota laut, serta perannya dalam mendukung Program Kampung Iklim (Proklim). Kegiatan ini memberikan wawasan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan edu-ekowisata.
Sebagai bentuk penguatan ekonomi kreatif masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan ecoprint. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada teknik memanfaatkan daun dan bahan alami untuk menghasilkan motif pada kain yang memiliki nilai seni dan nilai ekonomi.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pembuatan ecoprint mulai dari penataan daun, penggulungan kain, hingga proses pengukusan. Hasil karya peserta menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam lokal dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang mendukung destinasi wisata sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat, anggota Pokdarwis, mahasiswa, serta delegasi internasional aktif berdiskusi mengenai strategi pengembangan wisata berbasis komunitas, pelestarian lingkungan, hingga peluang promosi destinasi melalui pendekatan yang lebih inovatif. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan memperkuat pertukaran pengetahuan antarnegara.
Kolaborasi antara UMRAH dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk penguatan kerja sama internasional dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kelurahan Senggarang semakin siap mengembangkan edu-ekowisata berbasis Proklim sebagai destinasi wisata yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat pesisir.