FEBM UMRAH Gandeng UiTM Malaysia, Dorong Tata Kelola Wisata Senggarang Berbasis ESG Lewat Pengabdian Kolaboratif Internasional

Kilasriau.com — Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah unggulan di Kepulauan Riau, terus berbenah dari sisi tata kelola. 

Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat untuk mentransformasi manajemen Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Program ini berfokus pada penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diintegrasikan langsung ke dalam sistem pencatatan transaksi harian pengelola wisata. Langkah ini diambil untuk mengubah pola pengelolaan Pokdarwis dari yang semula bersifat konvensional menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berwawasan lingkungan.

Ketua Tim Pengabdi UMRAH, Rizki Yuli Sari, menyampaikan bahwa potensi besar kawasan Senggarang — mulai dari vihara kuno, permukiman pelantar, hingga ekosistem mangrove — membutuhkan pendekatan manajemen modern agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Selama ini pengelolaan keuangan dan dampak lingkungan kerap berjalan sendiri-sendiri. Melalui pendampingan ini, kami memperkenalkan instrumen keterukuran ganda atau double-measurability, sehingga Pokdarwis tidak hanya mampu mencatat pendapatan finansial secara tertib setiap hari, tetapi juga memantau dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas wisata secara berkala,” ujar Rizki.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini diawali dengan tahap asesmen awal dan observasi lapangan bersama pengurus Pokdarwis Senggarang pada bulan Maret 2026. Setelah pemetaan masalah rampung, tim memadukan metode Participatory Action Research (PAR) melalui kegiatan coaching clinic dan pendampingan intensif yang berlangsung sejak 1 Mei 2026. 

Rangkaian intervensi ini melahirkan Buku Panduan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang memuat instrumen teknis siap pakai, seperti Lembar Kendali Wisata (Activity Log Sheet) untuk pencatatan transaksi harian dan Lembar Kendali ESG (ESG Monitoring Form) untuk rekapitulasi bulanan.

Kehadiran instrumen terstandar ini memberi Pokdarwis Senggarang manfaat langsung berupa kemudahan melacak perputaran ekonomi sekaligus mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas pariwisata secara komprehensif. 

Sistem dokumentasi yang terukur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing destinasi wisata Senggarang, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka menyambut peluang kemitraan dan investasi hijau (green investment) di masa depan. Menyadari besarnya manfaat tersebut, pengurus Pokdarwis menunjukkan komitmen penuh untuk menerapkan sistem pencatatan berbasis ESG ini secara konsisten dalam operasional harian mereka.

Dukungan turut datang dari pemerintah kelurahan setempat. Lurah Senggarang, Edi Susanto, menyambut baik kehadiran program pendampingan ini dan menilai penguatan tata kelola Pokdarwis sejalan dengan upaya kelurahan menjadikan Senggarang sebagai kawasan wisata yang tertib administrasi sekaligus lestari secara lingkungan.

Ketua Pokdarwis Senggarang, ibu Erni, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan tim akademisi lintas negara ini. 

“Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen dari UMRAH dan UiTM Malaysia. Program dan buku panduan ini membuka wawasan kami bahwa mencatat transaksi dan menjaga lingkungan ternyata bisa berjalan beriringan dan dilakukan secara rapi. Kami, seluruh pengurus Pokdarwis, berkomitmen untuk terus menerapkan Lembar Kendali ini demi kemajuan wisata Senggarang yang lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Tim pengabdi turut menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) UMRAH atas dukungan pendanaan internal yang diberikan. Kerja sama lintas negara antara UMRAH dan UiTM Malaysia ini sekaligus menjadi bukti komitmen kedua perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir.


Baca Juga