Kilasriau.com — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) kembali menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat pesisir.
Mengandalkan sinergi kolaborasi internasional bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, tim dosen dan mahasiswa UMRAH menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Akselerasi Visibilitas Produk Olahan Laut Melalui Digitalisasi Pemasaran Berbasis Storytelling" di Kelurahan Senggarang, Tanjungpinang.
Kelurahan Senggarang, yang berdekatan langsung dengan kampus UMRAH dan ditetapkan sebagai Desa Binaan berdasarkan Keputusan Rektor UMRAH Nomor 23150/UN53/AL.04/2025, memiliki potensi kuliner bahari yang luar biasa. Berbagai produk olahan laut seperti kerupuk ikan, kerupuk udang, otak-otak, bakso ikan, pempek, hingga luti gendang rutin diproduksi oleh warga setempat. Namun, keterbatasan literasi pemasaran digital membuat jangkauan pasar produk-produk unggulan ini masih didominasi pasar tradisional.
Ketua Tim PKM Internasional UMRAH - UiTM, Abdul Jalal, S.E., M.Si menjelaskan bahwa strategi pemasaran konvensional tidak lagi cukup untuk bersaing di era digital. Melalui program ini, para pelaku UMKM dibekali keterampilan mengemas nilai, sejarah, dan kearifan lokal ke dalam narasi kreatif (digital storytelling).
"Di era digital, konsumen tidak hanya membeli produk fisik, tetapi juga membeli cerita dan nilai di balik pembuatannya. Produk olahan laut Senggarang ini luar biasa karena dibuat dari ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal dengan resep khas. Narasi autentik inilah yang kita angkat ke media sosial agar memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi, bahkan hingga ke pasar internasional," ujar Abdul Jalal.
Kehadiran tim pengabdian diresmikan dan disambut hangat oleh pemerintah setempat yang diwakili oleh Ibu Sekretaris Camat serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Senggarang. Pihak kelurahan mengapresiasi tinggi inisiatif UMRAH dan UiTM Malaysia yang turun langsung mendampingi para pelaku usaha lokal.
Antusiasme tinggi tampak dari para pelaku UMKM olahan laut yang hadir. Selama kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari, peserta diajarkan teknik pengambilan foto dan video produk menggunakan smartphone, penyusunan kata-kata promosi (copywriting) yang memikat, hingga cara mengelola akun bisnis di media sosial.
Menariknya, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Tim PKM UMRAH–UiTM lainnya yang memperagakan pembuatan batik tradisional ramah lingkungan (ecoprint) memanfaatkan dedaunan endemik lokal sebagai corak alami. Produk batik ini turut dijadikan contoh nyata bagaimana produk kearifan lokal dapat dipasarkan menggunakan teknik storytelling digital.
Melalui pendampingan berkelanjutan dari tim dosen dan mahasiswa, program kolaborasi internasional UMRAH-UiTM ini diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas digital produk Senggarang, tetapi juga membawa dampak nyata pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir Kepulauan Riau.