BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbarriau Gelar Program PEKA, Dorong Kemandirian Ekonomi Pekerja dan Masyarakat

Kilasriau.com – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbarriau Kepri kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pekerja dan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) yang diselenggarakan di Kantor UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Rabu (15/7/2026).

Program yang diinisiasi oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat, sehingga mampu menciptakan peluang usaha yang produktif dan berkelanjutan. 

Pelaksanaan PEKA juga menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi peserta dan masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang menghadirkan program pemberdayaan ekonomi sebagai pelengkap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik pelaksanaan Program PEKA ini karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan usaha, serta menjadi pribadi yang mandiri dan produktif. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan BPJS Ketenagakerjaan seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat," ujar Zulkifli.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Kepri, Ibkar Saloma menyampaikan bahwa Program PEKA merupakan wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan nilai tambah bagi peserta dan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi yang berkelanjutan.

"BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika risiko kerja terjadi, tetapi juga berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan peserta melalui berbagai program pemberdayaan. Program PEKA diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru di lingkungan sekitarnya. Kami juga berharap kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Riau dapat terus diperluas untuk menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi para pekerja dan masyarakat," ungkap Ibkar.

Lebih lanjut, Ibkar menjelaskan bahwa Program PEKA dikembangkan melalui kolaborasi bersama para mitra strategis dalam ekosistem ketenagakerjaan. Program ini dilaksanakan menggunakan Framework 3P (Pelatihan, Produktif, dan Profit) yang dirancang agar berjalan secara efektif, efisien, dan terukur.

Pada tahap Pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi kewirausahaan sebagai bekal membangun dan mengembangkan usaha. Peserta yang dinilai memiliki potensi selanjutnya akan didampingi pada tahap Produktif, dengan target minimal 10 persen peserta mampu melanjutkan ke tahap produktif. 

Tahap akhir yaitu Profit, diarahkan agar usaha yang dijalankan peserta mampu berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan, serta menciptakan kemandirian ekonomi.

Selama mengikuti Program PEKA, para peserta memperoleh pembekalan kewirausahaan yang disusun secara komprehensif. Materi yang diberikan meliputi Manajemen Keuangan, Manajemen Hutang dan Risiko, Perencanaan Usaha menggunakan Business Model Canvas (BMC), serta Strategi Pemasaran melalui Digital Marketing. 

Seluruh materi disampaikan oleh para narasumber dan praktisi berpengalaman sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usaha.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan mampu mengelola keuangan usaha secara sehat, memahami pengelolaan risiko dan utang, menyusun model bisnis yang tepat, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk.

"Kami ingin peserta Program PEKA tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan para mitra strategis dan penerapan Framework 3P, kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan dampak yang terukur. 

Harapan kami, semakin banyak peserta yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri, membuka lapangan pekerjaan, serta menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya masing-masing. Inilah bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tambah Ibkar.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat. 

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya kesejahteraan yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan sejalan dengan visi BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia.(yan)


Baca Juga