Warga Pilih Swadaya Bangun Akses Jalan, Kecewa Janji Perbaikan Tak Kunjung Terwujud

⁠⁠⁠⁠⁠Kilasriau.com, RETEH – Masyarakat di wilayah Jalan Imam Bonjol Parit 2, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, memilih melakukan perbaikan jalan secara swadaya setelah menilai upaya dan pembahasan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun belum membuahkan hasil nyata.

Warga setempat mulai bergotong royong membuka dan memperbaiki akses jalan agar tetap dapat dilalui masyarakat. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi jalan dinilai semakin memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani yang menggantungkan mobilitas untuk mendukung roda perekonomian.

Menurut warga, persoalan jalan tersebut sudah berlangsung hampir puluhan tahun dan telah beberapa kali menjadi pembahasan, namun hingga kini belum terealisasi perbaikan secara menyeluruh.

Akses Jalan Imam Bonjol Parit 2 diketahui menjadi salah satu jalur penghubung menuju wilayah perbatasan Kabupaten Indragiri Hilir dengan Provinsi Jambi melalui kawasan Tungkal. Namun hingga saat ini, kondisi jalan disebut masih berupa jalan setapak yang dibangun secara bertahap melalui gotong royong dan sumbangan sukarela masyarakat.

Selain digunakan masyarakat umum dan petani, kondisi jalan juga berdampak terhadap aktivitas pelajar. Dalam beberapa kondisi, anak-anak sekolah yang melintasi jalur tersebut disebut harus didorong karena kendaraan sulit melewati medan jalan yang rusak.

Ketua RW setempat, Muslim, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa masyarakat akhirnya mengambil inisiatif sendiri karena akses tersebut dinilai sangat penting bagi kehidupan warga.

“Masyarakat memilih membuka dan memperbaiki jalan secara swadaya daripada terus menunggu janji yang sampai sekarang belum ada realisasinya. Jalan ini sudah lama dibahas, tapi belum juga ada pembangunan. Padahal akses ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama petani dan anak sekolah,” ujar Muslim.

Ia mengatakan, hingga saat ini pengerjaan jalan hasil swadaya masyarakat telah mencapai sekitar 2 kilometer dan masih terus berlangsung.

“Yang dikerjakan sekarang baru sekitar dua kilometer dan masih berlanjut. Semua dilakukan secara gotong royong dan sukarela agar jalan tetap bisa dilewati masyarakat,” tambahnya.

Warga berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait agar pembangunan jalan dapat dilakukan secara permanen demi mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.


Baca Juga