TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Keberadaan juru parkir di kawasan Pasar Tradisional Berbasis Modern Teluk Kuantan kembali menuai sorotan masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari sejumlah warga yang mengaku merasa tidak nyaman bahkan terancam keselamatannya akibat cara sebagian petugas parkir menjalankan tugas.

Sorotan tersebut mencuat di media sosial dan komentar sejumlah warga yang menceritakan pengalaman mereka saat keluar masuk area pasar. Dalam unggahan tersebut, warga menilai sebagian petugas parkir terlalu agresif saat meminta karcis maupun mengarahkan kendaraan.
Salah seorang netizen, Etty Muchtar, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan saat akses jalan menuju pasar masih rusak. Menurutnya, setelah kondisi jalan membaik, justru muncul persoalan baru terkait tata kelola parkir.
"Kadang ko buék kosal ma sanak, jadi antri di jalan sompit tu. Dulu pas jalan masih buruk nak jatuh, orang diam saja. Sekarang kadang sampai dikejar-kejar untuk karcis," tulisnya.
Keluhan serupa juga disampaikan akun Rtna Tanti. Ia mengaku pernah mengalami situasi yang membahayakan ketika sepeda motor yang dikendarainya belum berhenti sepenuhnya, namun setang kendaraan sudah dipegang oleh petugas parkir.
"Kadang Honda kita belum berhenti, setang sudah dipegang duluan. Takut jatuh awak. Apalagi hari Rabu dan Minggu ramai, di pinggir jalan saling berebut," tulisnya.
Sementara itu, akun Putri Lembayung menyarankan agar petugas lebih mengedepankan etika pelayanan dengan meminta karcis secara baik-baik tanpa membuat pengunjung merasa terintimidasi.
Keluhan-keluhan tersebut menjadi perhatian publik karena Pasar Tradisional Berbasis Modern Teluk Kuantan dibangun dengan konsep pelayanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Persoalan parkir di kawasan pasar modern sebenarnya bukan kali pertama menjadi sorotan.
Sebelumnya, pengelolaan parkir pasar modern juga pernah dikritik karena dinilai masih menggunakan sistem manual yang rentan memunculkan persoalan transparansi dan pelayanan. Sejumlah kalangan bahkan mendorong agar pengelolaan parkir berbasis teknologi segera diterapkan.
Bahkan, kasus pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan juga pernah menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Perhubungan Kuantan Singingi sebelumnya menegaskan bahwa tarif parkir harus mengacu pada peraturan daerah yang berlaku dan tidak boleh dipungut secara semena-mena.
Masyarakat berharap, sorotan yang berkembang di media sosial ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola pasar maupun instansi terkait. Sebab, selain aspek pendapatan daerah, faktor keselamatan dan kenyamanan pengunjung juga harus menjadi prioritas utama.
Pasar Tradisional Berbasis Modern Teluk Kuantan setiap harinya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pada hari-hari tertentu, terutama Rabu dan Minggu, volume kendaraan meningkat signifikan sehingga membutuhkan manajemen lalu lintas dan parkir yang lebih profesional.
Warga meminta agar petugas parkir diberikan pembinaan terkait standar pelayanan kepada masyarakat. Pengunjung menilai, meminta karcis merupakan hal yang wajar, namun pelaksanaannya tidak boleh dilakukan dengan cara yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Kalau memang ada karcis resmi, tentu kami mau membayar. Tapi jangan sampai pengendara yang belum berhenti malah ditarik atau dipegang kendaraannya. Keselamatan tetap nomor satu," ujar salah seorang pengunjung pasar saat dimintai tanggapan. Kamis (11/6/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Parkir Pasar Tradisional Berbasis Modern Teluk Kuantan maupun instansi terkait mengenai keluhan yang disampaikan warga tersebut.
Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem parkir di kawasan pasar modern, sehingga tujuan menghadirkan fasilitas publik yang tertib, aman, dan nyaman benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh pengunjung.*(ald)