Kilasriau.com - Bunda PAUD dan Pemerintah Daerah Indragiri Hilir (Inhil), terus menunjukkan komitmen dalam penyediaan layanan PAUD yang bermutu dan mewujudkan Program Wajib Belajar 13 Tahun.
Satu diantara upaya dilakukan melalui peluncuran Inovasi SAPA (Sinergitas Advokasi Peduli Anak), yang dipaparkan Bunda PAUD Inhil Katerina Susanti Herman pada kegiatan Advokasi kepada Pemerintah Daerah dalam Mendukung Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang berlangsung Rabu (3/6) pagi di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau, Jalan Gajah, Bambu Kuning, Pekanbaru.
Dihadapan Pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemprov Riau dan seluruh Bunda PAUD Kabupaten/Kota se Riau, Bunda Katerina ceritakan perjalanan pihaknya dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya pendidikan pra sekolah bagi anak.
"Kami sambangi sekolah demi sekolah, menyosialisasikan dampak baik Pendidikan Anak Usia Dini bagi tumbuh kembang anak, dengan harapan semua anak Inhil dapat mengenyam pendidikan yang baik. Tentunya kami butuh dukungan dari Tenaga Pendidik, Wali Murid dan Stakeholder terkait dalam mewujudkan hal ini," ungkap Bunda PAUD saat diwawancarai awak media usia hadir dalam sesi Bunda PAUD Bercerita.
Secara khusus Bunda Santi juga merangkul peran serta Bunda PAUD Kecamatan dan Desa untuk menyukseskan kebijakan nasional tersebut.
"Kami beri format untuk mereka agar bisa melaporkan perkembangan PAUD di daerahnya, terkait tenaga pendidik, sarana prasarana dan hal terkait lainnya. Dari situlah kita bisa merancang kebijakan yang tepat untuk mendukung Program Wajib Belajar 13 tahun," imbuh Bunda Santi.
Kehadiran Bunda Katerina bersama Kabid PAUD Dinas Pendidikan Inhil dan pengurus Pokja PAUD ini, diharap memperkuat sinergitas dengan pemangku kepentingan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas di Inhil.