KOTO SENTAJO (KilasRiau.com) — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang bertepatan dengan 27 Mei 2026 Masehi, masyarakat Desa Koto Sentajo menggelar kegiatan gotong royong massal membersihkan lingkungan desa, Ahad (24/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menjelang hari besar umat Islam.

Warga tampak antusias turun langsung membersihkan berbagai titik lingkungan desa. Mulai dari badan jalan, parit, halaman fasilitas umum, hingga area sekitar rumah ibadah dibersihkan secara bersama-sama. Dengan membawa peralatan seadanya seperti sapu, parang, cangkul, dan mesin pemotong rumput, masyarakat bahu-membahu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan tampak kompak bekerja bersama tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Tradisi gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat Desa Koto Sentajo kembali terlihat kuat dan menjadi cerminan tingginya rasa persatuan warga.
Pj Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada, A.Md., turut hadir dan ikut langsung dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap budaya kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh masyarakat.
Dalam keterangannya, H. Bahmada menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tersebut bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ini, kita ingin lingkungan desa bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, gotong royong juga menjadi momen mempererat hubungan antarwarga agar rasa kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa budaya gotong royong merupakan warisan nilai luhur yang harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun desa yang harmonis dan maju.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku senang dapat kembali berkumpul dan bekerja bersama dalam kegiatan sosial desa. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, gotong royong dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga yang selama ini disibukkan oleh aktivitas masing-masing.
“Kalau sudah gotong royong seperti ini, suasana desa terasa lebih hidup. Semua saling membantu dan bercengkerama. Inilah yang membuat hubungan masyarakat tetap erat,” ungkap salah seorang warga.
Kegiatan gotong royong berlangsung hingga siang hari. Tumpukan sampah, rumput liar, dan saluran air yang sebelumnya tersumbat berhasil dibersihkan bersama-sama oleh masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, masyarakat Desa Koto Sentajo berharap Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 nanti dapat disambut dengan penuh kebahagiaan, suasana yang bersih, serta lingkungan yang nyaman untuk pelaksanaan ibadah dan kegiatan kurban.

Di tengah kehidupan modern saat ini, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Koto Sentajo menjadi bukti bahwa nilai-nilai persatuan, kepedulian, dan kebersamaan masih tetap hidup dan menjadi kekuatan penting dalam kehidupan sosial masyarakat desa.*(ald)