Penjahit Siak Bersatu! Koperasi Jasa PBB Dibentuk, Orderan Miliaran Rupiah Tak Mau Lagi Lari ke Luar Daerah

Siak, Kilasriau.com Puluhan pelaku usaha konveksi dan penjahit lokal memadati kegiatan Pertemuan Sosialisasi Koperasi Jasa PBB (Penjahit Berkah Bersama) yang digelar di KM 7 Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk menghentikan derasnya perputaran uang miliaran rupiah yang selama ini justru mengalir ke luar daerah demi memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penjahit di Kabupaten Siak untuk mulai membangun kekuatan bersama melalui wadah koperasi jasa yang nantinya diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan usaha, peningkatan kesejahteraan anggota, hingga pintu masuk mengikuti berbagai tender pengadaan resmi.

Dalam pemaparannya Ketua Koperasi Jasa PBB (Penjahit Berkah Bersama), Japridal, S.H., menekankan bahwa wadah koperasi bukan sekadar tempat menjalankan lini bisnis, melainkan instrumen penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Saat ini, terdapat sedikitnya 115 usaha penjahit yang tersebar di wilayah Kabupaten Siak.

“Sangat disayangkan tahun lalu pesanan (orderan) senilai Rp7 hingga 8 miliar justru lari ke luar daerah. Padahal, penjahit lokal kita masih sangat membutuhkan pemberdayaan. Oleh sebab itu, koperasi ini harus segera memiliki legalitas dan badan usaha yang resmi. Insya Allah, Pemda akan mengadakan tender pada bulan September mendatang. Sebelum waktu tersebut tiba, koperasi kita sudah harus siap,” tegas Japridal, S.H., di hadapan para peserta.

Ia berharap berbagai proyek pengadaan di tingkat daerah benar-benar dialokasikan untuk menyokong pergerakan ekonomi UMKM setempat, khususnya sektor konveksi dan jasa jahit.

“Harapan kami, proyek di daerah ini diprioritaskan bagi UMKM lokal, khususnya untuk kebutuhan seragam agar dijahit oleh penjahit Siak sendiri. Jangan sampai uang miliaran rupiah kembali mengalir keluar, sementara warga kita hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Koperasi Disperindag Kabupaten Siak, Normah, S.Kom., M.Si., memberikan edukasi mengenai kemudahan regulasi pembentukan koperasi di masa sekarang. Berdasarkan regulasi terbaru, pembentukan koperasi primer kini menjadi jauh lebih ringkas.

“Sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja, minimal sembilan orang saja sudah bisa membentuk koperasi primer, dengan catatan para pengurusnya wajib terdaftar sebagai anggota terlebih dahulu. Koperasi yang akan dibentuk ini dirancang sebagai jenis Koperasi Jasa,” jelas Normah.

Normah menambahkan, sistem keanggotaan koperasi mengusung prinsip kesederhanaan yang berasaskan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Syarat bergabung pun hanya meliputi dua poin utama, yaitu terdaftar secara resmi di buku keanggotaan serta berkomitmen seperti ketentuan membayar simpanan pokok Rp 200.000 modal pertama/anggota,  simpanan sukarela dan simpanan wajib minimal Rp10.000 per bulan.

“Langkah ini sejalan dengan mandat Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2021 yang wajib diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, seperti halnya model Koperasi Merah Putih. Nantinya, koperasi ini diproyeksikan menjadi rantai penyalur resmi untuk berbagai produk subsidi pemerintah, termasuk gas LPG 3 kg seharga Rp18.000. Layanan dengan harga subsidi khusus tersebut hanya bisa diakses oleh warga yang memegang kartu keanggotaan resmi,” tambah Normah.

Mewakili Camat Tualang yang berhalangan hadir, Ketua TP PKK Kecamatan Tualang Richa Cahyati menyampaikan apresiasi dan harapannya dalam Pertemuan Sosialisasi Koperasi Jasa PBB (Penjahit Berkah Bersama) tersebut.

“Saya mewakili Pak Camat Tualang yang hari ini berhalangan hadir karena agenda rapat, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para penjahit yang telah berkumpul dan membentuk satu komunitas bersama dalam wadah Koperasi Penjahit Berkah Bersama. Sesuai dengan namanya, kami berharap koperasi ini benar-benar membawa keberkahan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya para penjahit di Kecamatan Tualang,” ucap richa dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Richa Cahyati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya koperasi ini. Ia mengajak semua anggota untuk terus bersinergi, berkumpul, dan tumbuh bersama demi mewujudkan masa depan yang cerah dan sejahtera.

Acara sosialisasi yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta sharing kelompok. Pada sesi ini, para penjahit lokal secara aktif berdiskusi mengenai kendala teknis produksi, manajemen permodalan, hingga penyusunan langkah-langkah administratif menuju legalitas badan usaha sebelum tenggat tender pemerintah dimulai.


Baca Juga